Mustikayasa News: agama
Tampilkan postingan dengan label agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label agama. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Oktober 2018

JEMAAH PENGAJIAN SAUNG ILMU RUTIN BERBAGI DENGAN ANAK YATIM


MyNews - Karawang | Grup pengajian Saung Ilmu kembali menebar kasih sayang kepada para anak yatim. Tidak kurang dari 200 anak yatim diberikan santunan.

Kegiatan santunan anak yatim ini telah rutin dilakukan setiap satu bulan sekali. Kendati Yayasan Alif Robani berada di daerah Kalioyod Kecamatan Kotabaru Kabupaten Karawang, namun tidak hanya anak yatim yang berada dilingkungan sekitar yang mendapat santunan. Anak yatim yang berada di daerah Pacing, Lemah Abang Wadas, Pedes dan Cicinde Banyusari juga diberikan santunan.

Saung ilmu sendiri dibawah Yayasan Alif Robani yang dipimpin oleh H. Dadi Supriadi S.Ag. Selaku pimpinan sebuah Yayasan dan Grup pengajian, H. Dadi senantiasa mengajak para jemaah untuk peduli pada sesama.

Menurut pengurus Yayasan, H. Tajudin Nirwan menjelaskan bahwa jemaah bersedekah semampunya dan tidak dibebankan. "Bapak pimpinan (H. Dadi) hanya mengajak jemaah untuk peduli kepada orang yang kurang beruntung khususnya anak-anak yatim, tidak jarang pimpinan menambahkan bila dirasa kurang dananya" Paparnya disela-sela kesibukan.

Pengajian saung ilmu diadakan satu minggu sekali. Para jemaah pengajian selalu menyisihkan sebagian dari hartanya dalam setiap kesempatan mengaji yang besaran sumbangan seikhlasnya dari para jemaah. Hasil shodaqoh kemudian dihimpun untuk selanjutnya disalurkan kepada yang membutuhkan. | (Mus.1.10)






Selasa, 06 Maret 2018

RESPIRATORI SADDAM AL-JIHAD TERPILIH PIMPIN PB HMI 2018-2020

KAMPUS BERSEJARAH. Kampus Universitas Pattimura, Kota Ambon, Maluku turut mengukir sejarah Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sebagai tempat Kongres ke-30 organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan itu pada 14 sd 25 Februari 2018.(doc.unpatti)

Jum’at, 26 Pebruari 2018

MyNews – Ambon | Kongres Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) XXX yang dihelat di Kota Ambon – Maluku, persisnya di Kampus Universitas Pattimura, 14 -25 Februari 2018, berhasil menetapkan Respiratori Saddam Al-Jihad.

Saddam, putra Garut mantan Ketua Cabang HMI Jatinangor Sumedang Jawa Barat, itu ditetapkan menjadi Ketua Umum sekaligus Formatur PB HMI 2018-2020, setelah melalui kongres yang dibuka oleh Presiden RI, Joko Widodo, meraup 96 suara pendukung, dan itu merupakan perolehan suara terbanyak pada kongres tersebut.

Sedangkan Perolehan suara kandidat Ketum PB HMI lainnya: Ilham A (45), Asep S (34), Fikri S (8), Herianto (6), Arifin (1), Keni NS (1). Sementara itu Muh. Ridal, Agus Harta, Siwanto, Idris Pua B, Taufan T, Hari Azwar, Ari Bahari, M. Sujahri, dan Edi Sofyan tidak mendapat pendukung.

DIARAK. Respiratori Saddam Al-Jihad 
saat diarak sesuai ditetapkan menjadi 
Ketua Umum PB HMI 2018 -2020. 
(doc.pbhmi)
Dengan begitu Saddam berhak menggantikan Mulyadi P Tamsir yang terlebih dahulu memimpin PB HMI. Menurut Saddam kemenangan yang diperolehnya merupakan kemenangan seluruh kader HMI yang memiliki satu semangat yang sama, yakni semangat untuk membangun bangsa ini.



“Ini adalah kemenangan bersama, bukan hanya Saddam. Kita semua telah berhasil dalam Kongres terbesar di Indonesia ini,” ujar Saddam. Lalu dia sebutkan oleh karena HMI harus menjadi organisasi yang dapat berkontribusi dalam pembangunan nasional yang berkemajuan dan berkelanjutan, maka selama masa kepemimpinnya, Saddam bertekad mengusung visi menjadikan HMI sebagai kawah candradimuka generasi muda kuat berpodansikan ilmu dan amal.

“Saya selalu berharap HMI bisa menjadi barometer perkaderan nasional yang dapat melahirkan figur-figur intelektual dan berkarya nyata,” terang Saddam.

Dalam kesemptan itu Saddam mengajak agar semua kader HMI se – Indonesia untuk bersama membangun perkaderan HMI ke depan. | sba alqudsy – B.09

Editor                   : Burhanuddin AR
Pengunggah       : Ardianingrum ibni Albar

Selasa, 13 Februari 2018

JENGUK PELAKU PENYERANGAN GEREJA, BUYA SYAFI'I MAARIF: PERLU BAHASA HATI


MyNews - Sleman | Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif sempat menjenguk Suliono, pelaku penyerangan Gereja Katolik Santa Lidwina, Sleman. Pria yang akrab disapa Buya Syafii tersebut mengaku kunjungan yang dilakukannya memang dalam rangka 'merangkul'.

Pendekatan ini dilakukan sebagai bagian deradikalisasi paham pelaku penyerangan. Buya Syafii mengaku masih yakin pemikiran pelaku penyerangan dapat berubah, salah satunya dengan cara lembut.

"Ya, menurut saya memang perlu bahasa hati ya. Ini, kalau mau dekati orang-orang seperti ini pakai dalil-dalil, mereka mengerti agama. Atau dicari kiai yang paham, yang ilmunya di atas dia," kata Syafii saat dihubungi, Senin (12/2/2018).


Dia melihat penanganan terhadap pelaku penyerangan tak cukup jika hanya dilakukan lewat pendekatan hukum. Pendekatan sosial ekonomi akan membuat proses deradikalisasi lebih efektif.

"Ya, saya rasa begini. Jadi dulu kan lebih banyak ke pendekatan keras hukum, tapi sepertinya tidak efektif. Kalau Kepala BNPT yang sekarang kan pakai pendekatan soft juga, pendekatan sosial ekonomi," ucap dia.

"Macam, jika ada yang sudah dihukum, keluarganya diperhatikan. Seperti yang terjadi di Tenggulun, tempat Amrozi, Ali Gufron, dan sekarang adiknya yang sudah sadar, Ali Fauzi. Kan berhasil tuh. Itu menarik," sambung Buya Syafii.

Buya Syafii mengaku menjenguk Suliono pada Minggu (11/2) kemarin. Hal itu tak lama dilakukannya setelah mendatangi Gereja Lidwina.

"(Menjenguk) Kemarin, saya kan dari gereja. Kemudian pulang ke rumah. Lalu diajak polisi ke RS Bhayangkara. Itu lama, setengah jam di sana. Bersama petinggi polisi, Kapolda ada, Panglima juga ada bersama Kabareskrim Ari Dono," tuturnya.

Gereja Santa Lidwina diserang Suliono yang saat itu membawa pedang saat ratusan umat tengah menjalankan misa, Minggu (11/2). Sejumlah umat mengalami luka-luka akibat sabetan pedang dan harus dilarikan ke rumah sakit, termasuk Romo Prier yang tengah memimpin jalannya misa.

Pelaku berhasil dilumpuhkan oleh seorang anggota Polsek Gamping, Aiptu Munir dengan menembak kedua kakinya. Aiptu Munir sendiri juga menjadi korban karena sempat diserang pelaku.  |(Mtp.13.2)

Rabu, 29 November 2017

PENGAJIAN DIBATALKAN, BUPATI TASIK HORMATI SIKAP LEGOWO PIMPINAN DAN JAMAAH WAHIDIYAH

HENTIKAN. Suasana penghentian kerja panitia menyiapkan panggung dan tenda Pengajian Akbar Jamaah Wahidiyah, di Lapangan Masjid Baiturrahman, Tasikmalaya. (alvian)

Selasa, 28 November 2017.

MyNews – Tasikmalaya | Bupati Tasikmalaya, H. Uu Ruzhanul Ulum, SE., menyatakan sangat menghormati sikap legowo Pengasuh sekaligus Pimpinan Tertinggi Yayasan Perjuangan Wahidiyah (YPW), Kanjeng Romo KH Abdul Latif Madjid RA, dan segenap jamaahnya, yang ridlo pengajian akbar Wahidiyah dibatalkan.

“Atas sikap legowo itulah dapat mencegah timbulnya gangguan keamanan di Tasik yang dikhawatirkan terjadi jika pengajian dilaksanakan,” tandas bupati yang sapaan akrabnya Kang Uu itu, di ruang kerjanya, Selasa (28/11).

Bupati Tasikmalaya, Uu Ruzhanul Ulum
Sebagaimana kabar viral di media sosial bahwa KH Abdul Latif Madjid ridho dan ikhlas mengajak jamaah Pengamal Wahidiyah batal melaksanakan Tabligh Akbar di Tasikmalaya sesuai arahan bupati.

“Kita hormati pertimbangannya. Jangan terjebak di permukaan. Jangan kecewa atas larangannya. Di balik itu, kita perlu lihat ada kearifan apa sehingga bupati melarang kita bertabligh,” kata Romo Kanjeng itu, Jum’at pagi (23/11).

Jamaah Pengamal Wahidiyah, memang, sedianya melaksanakan Tabligh Akbar (pengajian dan bershalawat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW), pada Jumat (23/11). Tempatnya di halaman Masjid Baiturrahman, Bojongkoneng, Singaparna, Tasikmalaya.

Penyelenggaraan tabligh itu sudah lama disiapkan oleh Pengurus YPW Jabar, baik mengenai perizinan tempat, koordinasi dengan MUI, penyebaran undangan ke jamaah, sampai pemberitahuan ke Kepolisian.

Parapihak itu telah merespon positif. Pihak Ta’mir Masjid Baiturrahman telah memberi izin tempat. MUI Tasikmalaya prinsipnya tidak berhak memberikan izin atau melarang, tapi menganjurkan koordinasi dengan parapihak terkait. Polres Tasikmalaya maupun Polda Jabar tidak menerbitkan pencegahan.

“Tetapi, tahu-tahu kami dikagetkan dengan adanya surat dari pihak Masjid Baiturrahman ke Polres Tasikmalaya. Melalui surat  nomor : 037/DKM-MAB/KAB-TSM/XI/2017/1439, yang ditandatangani oleh ta’mir Dr. KH. Edeng ZA, M.Pd. bahwa pihak Masjid Baiturrahman membantah telah mengeluarkan rekomendasi izin tempat untuk tabligh kami,” kata Drs. Karna Adji.

Terlecut surat tersebut, Polres memanggil panitia untuk berkoordinasi perihal perkembangan baru itu. Setelah dari Polres, Panitia berlanjut konsultasi dengan Pramu Urusan Wilayah Daerah Yayasan Perjuangan Wahidiyah (Urwilda YPW), juga mohon petunjuk Kanjeng Romo KH. Abdul Latif Madjid RA sebagai Pengasuh sekaligus Pimpinan Tertinggi di YPW.

Hal yang dikonsultasikan antara lain bahwa ada indikasi surat dari takmir ke Polres Tasikmalaya itu palsu atau dipalsukan. Ditengarai kop surat dan tanda tangan tidak sama yang diterima Panitia sebelumnya.

Untuk klarifikasi itu Urwilda YPW terdiri Drs. Karna Adji, Dr. Ir. Aminuddin, SH.,M.Hum, Jamadi Alwahyudi berangkatlah ke Tasikmalaya pada Jumat (10/11).

Pada Minggu malam (12/11) duta YPW Pusat dan beberapa tokoh Wahidiyah Jabar dan Tasikmalaya bertemu Bupati dan Ketua DPRD Tasikmalaya. Pertemuan ini difasilitasi oleh Usman Kusmana, S.Ag.,M.Si, anggota DPRD Tasikmalaya dari Fraksi PKB.

Pada pertemuan itu Ketua Panitia, Karna Adji menyampaikan niat jamaah Pengamal Wahidiyah mengadakan pengajian dan bershalawat di halaman Masjid Baiturrahman. Dan Kang Uu menjawab,” Pengajian dan Shalawatan, itu kan baik. Saya perbolehkan”.

Sedangkan Ketua DPRD berkomitmen siap mendukung digelarnya pengajian akbar yang dirancang dihadiri sekitar 20.000 orang itu.

Rupanya, pada Kamis (16/11), ada ormas tertentu tidak cocok Keputusan bupati. Kasak-kusuk intimidasi pun mulai dilancarkannya. Termasuk langsung ke bupati dan kepolisian untuk tidak memberikan fasilitas tempat tabligh Wahidiyah di halaman masjid Baiturrahman.. Jika tabligh di situ berlanjut, mereka akan menggelar DEMO.

Gejala gejolak itu mendorong bupati harus menunjukkan sikap bijaksana. Maka diadakanlah rapat tertutup di pendopo lama pada Senin (20/11). Semua unsur Muspida diundang. Dan keputusannya adalah “MELARANG PENGAJIAN YPW DI HALAMAN MASJID BAITURRAHMAN”.

Guna merealisasikan Keputusan itu bupati memerintah kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dibantu personil kepolisian untuk menghentikan pemasangan panggung dan tenda di halaman Masjid pada Rabu (22/11).

Namun pada malamnya, Kapolres dengan sejumlah anggotanya mendatangi Urwilda YPW, Drs. Karna Adji dan Dr. Aminuddin, SH.,M.Hum, kuasa hukum YPW Pusat di Masjid Baiturrahman untuk melakukan negosiasi.

Saat negosiasi, pihak Kepolisian menyarankan untuk mencari tempat lain agar pengajian dapat dilaksanakan. Maka, Panitia mencari tempat dan mendapatkannya yaitu di Sirkuit Motor. Namun, pengusaha yang punya sirkuit itu kemudian mengaku takut setelah dihasut dan diteror, sehingga berujung tak mengijini juga.| ade rosadi – K.05

Editor                    : Burhanuddin AR

Pengunggah       : Mustapid

Senin, 20 November 2017

DI SLAWI, BANSER BANTU KEAMANAN KARNAVAL MILAD MUHAMMADIYAH

JAGA BERSAMA. Pasukan KOKAM dan BANSER bekerjasama menjaga keamanan dan kelancaran pelaksanaan Karnaval Milad Muhammadiyah ke-105 di kota Slawi, Kabupaten Tegal, Sabtu, 18 November 2017. (hasan)

Sabtu, 18 November 2017

MyNews – Slawi Tegal | Ada pemandangan menyejukkan. Itu terjadi di jantung kota Slawi, Kabupaten Tegal, Sabtu (18/11). Persisnya, saat pelaksanaan Karnaval Milad Muhammadiyah ke-105. Saat itu ternyata, keamanan dan kelancarannya dijaga oleh anggota Barisan Ansor Serbaguna (BANSER) dan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM).

“Aku resep – red. maksudnya seneng – ngeliatnya,” kata Mundhiroh, warga Setiamekar, Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, yang kebetulan menyaksikan karnaval tersebut.

Dia membeberkan, pemandangan itu jelas beda. Terutama kaitannya dengan Banser. Dari beberapa media sosial atau medsos yang pernah dia simak, Banser sering kontroversial. Bahkan, acap kontra produktif terhadap even-even sesama muslim. “Lha, di Slawi ini lain. Alhamdulillah,” ujarnya.

Rupanya, partisipasi Banser untuk kesuksesan Karnaval Milad Muhammadiyah di Slawi itu tidak luput dari kearifan Bupati Tegal, Enthus Susmono.

Alkisah, Enthus, bupati yang juga terkenal sebagai dalang wayang kulit itu ternyata punya latar belakang pernah menjadi Kasatkorcab Banser. Selaku bupati ketika dia menerima audiensi jajaran PD Muhammadiyan Kab. Tegal awal pekan lalu, dia berjanji akan menurunkan Banser ikut mengawal kegiatan Milad Muhammadiyah.

“Semoga kebersamaan NU dan Muhammadiyah selalu terjaga,”  ucap Enthus.

Oleh karena itu selain pasukan Kokam yang memang ditugasi sebagai tim keamanan karnaval, sejumlah anggota Banser juga turut membantu keamanan dan kelancaran karnaval tersebut.

Karnaval itu diikuti ribuan peserta dari seluruh jenjang kepemimpinan Muhammadiyah Kabupaten Tegal, dari tingkat PD, PC,dan PR juga unit-unit ama usaha perserikatan Muhammadiyah, baik pada sektor pendidikan, kesehatan, keuangan dan sebagainya.

Mereka kumpul dan start di Alun-alun Hanggawana Slawi menuju SMK Muhammadiyah. Perjalanan regu peserta dilepas oleh Wakil Bupati Tegal, Umi Azizah, yang juga dikenal kini menjadi Ketua PC Muslimat NU Kab Tegal.

Umi Azizah berharap sejalan usia Muhammadiyah yang sudah lebih dari seabad, semoga kontribusi Muhammadiyah semakin nyata dirasakan oleh ummat Islam, masyarakat luas, bangsa, daerah maupun bagi negara.

Dia pun menyebutkan bahwa Muhammadiyah dan NU telah membuktikan kiprahnya dalam masyarakat Kabupaten Tegal. “Kiprah yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tegal ini mari kita terus lanjutkan, kembangkan, dan tingkatkan,” pesannya.

Dalam gebyar milad Muhammadiyah, peserta karnaval menampilkan kreativitas sebagai ciri khas masing-masing. Misalnya robotik sebagai keunggulan kegiatan ekstrakurikuler di SMP Muhammadiyah Adiwerna, maupun kreasi busana-busana bermotif matahari sebagai lambang Muhammadiyah.

Sementara itu Ketua Panitia Milad, Fikri Yazid, memberi tahu bahwa aktivitas yang didapuk dalam rangkaian Milad Muhammadiyah di Slawi puncaknya pada 25 November 2017 di Lapangan Tembak Banjaran. “Di sana kita adakan pengajian akbar,” ujarnya.| hasan, fathoni - K.01

Editor                    : Burhanuddin AR

Pengunggah       : Mustapid 

Minggu, 19 November 2017

MUNAS KAHMI DI MEDAN BERAKHIR TANPA ONTRANG-ONTRANG

SAMBUTAN PEMBUKAAN. Presiden RI, Joko Widodo, memberi sambutan sebelum membuka resmi Munas KAHMI X, di Hotel Santika, Kota Medan, Jum’at, 17 November 2017. (sba alqudsy/ss)


Ahad, 19 November 2017

MyNews – Kota Medan | Musyawarah Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (Munas KAHMI) ke-10 yang diselenggarakan di Kota Medan, Sumatera Utara, berakhir tanpa ontrang-ontrang.

“Alhamdulillah, Munas lancar, tuntas, aman, nyaman,” kata senada dua Koordinator Presidium KAHMI, Wahid Dasuki (MW Jateng) dan Budiman (MD Bekasi), di pelataran Istana Maemoon, Kota Medan, Ahad pagi tadi.

Munas KAHMI itu awalnya dikhawatirkan gaduh. Gara-garanya ada pernyataan terbuka Ahsanul Fuad, bahwa MD KAHMI Medan yang dikemudikannya menolak kehadiran  Presiden RI membuka munas tersebut.

Alasannya, sosok Joko Widodo alias Jokowi selaku Presiden RI buruk track recordnya dalam menaungi agama dan ummat Islam di negeri ini. Jadi kurang patut menghadiri dan membuka munas.

Lain itu tercium pula aroma politik bahwa kehadiran Jokowi akan dimanfaatkan oleh segelintir anggota KAHMI yang sudah terjebak pada kepentingan pragmatis politik, dan itu dapat mengganggu independensi kekeluargaan dalam KAHMI.

Namun MN KAHMI dikomandani Mahfudz MD tetap mengundang dan menghadirkan Presiden Jokowi untuk membuka Munas KAHMI X di Hotel Santika, Medan, Jum’at siang (17/11).

DUTA MD KAHMI BEKASI. 
Budiman (kaos merah) dan Ardiansyah ibnu Albar (bertopi) 
tampak dalam rombongan kedatangan Duta MD KAHMI Bekasi 
pada Munas KAHMI X di Medan 2017. (sba alqudsy)
Pandangan pro-kontra kehadiran Jokowi pun merebak. Sejumlah grup WA komunitas KAHMI ramai membicarakan polemik itu. Muaranya tergambar seolah-olah Munas bakal panas dan seru. Di dalamnya potensial terjadi ontrang-ontrang. Utamanya saat pemungutan suara menetapkan Presidium MN KAHMI 2017-2022.

“Ooo, kami optimis. Kesiapan Munas bagus. Nggak bakal ada kemelut,” komentar singkat Akbar Tanjung, tokoh senior KAHMI yang sudah banyak pengalaman dalam percaturan tarik ulur kepentingan antarpihak.

Sedangkan Ardiansyah Ibnu Albar, utusan MD KAHMI Bekasi, menilai positif saja terhadap statemen Ahsanul melalui konferensi persnya.

Adanya statemen itu, relatif utusan Majelis Wilayah – MW (Provinsi) atau Majelis Daerah – MD (Kabupaten/Kota) KAHMI se-Indonesia justru lebih solid. Integritas lebih terbangun. Semua jadi kuat berniat menyukseskan Munas.

“Alhamdulillah terbukti kan. Semua agenda Munas berlangsung mulus. Ontrang-ontrang tak terjadi. Itu karena peran arif MD KAHMI Medan memancing Munas harus kondusif,” kata Ardi.|sba alqudsy – K.02

Editor                   : Burhanuddin AR

Pengunggah       : Mustapid  

PRESIDIUM NASIONAL FORHATI DAN KAHMI 2017-2022 SUDAH TERPILIH

PUNGUT SUARA. Pemilihan Presidium MN KAHMI 2017-2022 ditempuh dengan pemungutan suara. Satu utusan Wilayah atau Daerah mengusung lima nama Calon Presidium. Pungut suara itu berlangsung di Hotel Santika, Kota Medan, Sabtu sampai Ahad dinihari, 18-19 November 2017. (sba alqudsy/ss)

Ahad, 19 November 2017

MyNews – Kota Medan | Musyawarah Nasional KAHMI ke-10 di Hotel Santika, Kota Medan, Sumatera Utara, Ahad (19/11) dini hari, telah tuntas memilih Presidium Majelis Nasional Forum Alumni HMI Wati (FORHATI) maupun Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) 2017-2022.

Tuntas pemilihan itu setelah senioren KAHMI, Akbar Tanjung, membacakan surat suara terakhir yang diambil dari kotak suara ke-enam pada pukul 01.45 WIB.

Deretan nama yang terpilih dengan perolehan suara untuk menjadi Presidium MN FORHATI itu terdiri: Hanifah Husein (137), Kiki Zakiah (113), Mukminati (88), Luli Barluni (71) dan Nuning Rodiyah (64).

Sedangkan Presidium MN KAHMI terpilih sebagai berikut: Kamarussamad (431), Ade Komaruddin  (421), A. Riza Patria (365), A. Dolly Kurnia (334), Viva Yoga M (329), Harry Azhar Azis (326), R. Siti Zuhro (300), Herman Khaeron (268), dan Sigit Pamungkas (247).

KOORPRES FORHATI DOMISIONER.
Maryam Tanwil (duduk tengah)
adalah Koorpres MN FORHATI Domisioner.
Endang Is Retnowati
(duduk mendampingi Maryam)
adalah Koorpres MW FORHATI Jateng.

(sba alqudsy)
Atas terpilihnya presidium tersebut maka Presidium MN FORHATI 2012-2017 yang dikoordinir oleh Maryam Tanwil, dan Presidium MN KAHMI 2012 – 2017 yang dikoordinir Mahfudz MD domisioner.  

Menjelang pelaksanaan Munas tersebut, berseliweran perkiraan bahwa jalannya pemilihan presidium bakal alot. Benturan terjadi karena diduga adanya kandidat presidium kubu pro rezim pemerintah sekarang, dan sebagian adalah kubu yang kurang cocok dengan rezim itu.

Hal yang lebih dikhawatirkan terjadi adalah munculnya praktik-praktik money politic, juga pemberian harapan palsus (php), karena jika terjadi sangat merontokkan nama baik KAHMI maupun HMI.

Itu sebabnya Ketua Umum PB HMI, Mulyadi P. Tamsir, sampai serius merilis uneg-unegnya yang ditabur melalui pers, termasuk postingannya di grup kemudian viral di berbagai media sosial.

Melalui postingan itu Mulyadi mengingatkan bahwa kebesaran KAHMI dan FORHATI tak lepas dari fungsi HMI sebagai organisasi perkaderan dan perjuangan.

Oleh karena itu dapat dikatakan kebesaran KAHMI maupun FORHATI adalah keberhasilan HMI dalam melakukan proses perkaderan

Didasari kesadaran itu pula Mulyadi berharap, semoga pemilihan presidium mengedepankan semangat kekeluargaan, tidak saling mengerdilkan, sehingga hasilnya benar sebagai representasi  alumni HMI yang amat majemuk.

Presidium terpilih hendaknya jelas jenjang perkaderannya, baik secara struktural maupun jenjang training formalnya saat ber-HMI. Mereka tentunya harus punya komitmen kuat dalam membangun dan membesarkan HMI sebagai rumah perkaderan. Punyai integritas menjaga nilai-nilai yang ditanamkan selama ber-HMI, dan terpenting sosok mereka tidak jadi beban bagi HMI

“Syukron dan bahagia rasanya. Munas KAHMI kali ini kalau dapat  memberi teladan bagi pelaksanaan Kongres HMI XXX yang akan datang,” kata Mulyadi menanggapi berakhirnya Munas KAHMI X di Medan hari ini.| sba alqudsy – K.03

Editor                    : Burhanuddin AR
Pengunggah       : Mustapid  

Ad Placement