Mustikayasa News: Kesehatan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Juli 2018

BERADU KUALITAS, KELOMPOK TANI DI KARAWANG VS REKANAN DITUNGGU HASILNYA


MyNews - Karawang | Sebanyak 110 Kelompok Tani di 27 Kecamatan se Kabupaten Karawang Segera mendapat Kucuran Dana Dari Dinas Pertanian Kabupaten.
Dana yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN dengan total senilai 8,8 Milyar, nantinya masing-masing kelompok Tani (PokTan) mendapat Rp 80jt - Rp 90jt-an yang diperuntukan untuk Perbaikan Saluran irigasi Tersier atau Dam Parit.
Demikian disampaikan Kadis Pertanian Karawang Hanafi Chaniago dalam siaran Pers Diskominfo Karawang 29 Juni 2018.
Kucuran Dana tersebut langsung ditransfer ke Rekening Kelompok Tani masing-masing, berdasarkan Proposal Pengajuan.
Itu berarti Pembangunannya dikerjakan langsung oleh Kelompok Tani Bukan oleh Rekanan (kontraktor) yang selama ini berjalan dinilai jeblok hasil Pekerjaannya oleh Supardi Nugraha Ketua Paguyuban Masyarakat Karawang (MasKar) Senin 2 Juli 2018 di Sekretariat MasKar kepada Team mynews ketika dimintai tanggapannya.
"Saatnya Kelompok Tani untuk menunjukan Kerjanya, toh mereka (PokTan-Red) sebagai Penerima manfaat langsung", Tandas Pardi.
Kalau dikerjakan Rekanan, biasanya hasilnya jeblok karena dikerjakan asal-asalan karena minim pengawasan dan Anggarannya terpotong untuk "beli" Proyek dari Oknum Dinas, Sindir Pardi.
Salah Satunya Seperti Dam Parit Ambrol yang berlokasi di kp Tegalkupa Desa Medalsari beberapa saat yang lalu, Padahal Dam Parit tersebut dibangun Akhir tahun 2017 dengan Anggaran tahun 2017, Sambil menunjukan photo-photo Dam Parit Ambrol kepada team mynews. Tambah Pardi.
Selanjutnya Paguyuban MasKar Berharap Pihak yang Berwenang untuk menindaklanjuti temuan MasKar dan menyeret Pelakunya sesuai hukum yang berlaku, karena ini sudah jelas-jelas merugikan Keuangan Negara. | (ade. 2.7)

Senin, 02 Juli 2018

"RUMAH" PETANI TEGALWARU TERANCAM AMBRUK


MyNews -  Karawang | Kantor UPTD Pengelolaan Pertanian Kecamatan Tegalwaru Kabupaten Karawang terancam Ambruk, tampak Jelas dari luar Struktur Atap Bangunan yang ambruk dan hanya ditutupi oleh terpal biru untuk menahan Air.
Demikian Pantauan Team Mynews di Kantor UPTD Pengelolaan Pertanian Kec Tegalwaru didampingi Kepala UPTD Asep Saepudin, Amd. S.IP Kamis Siang 28 Juni 2018, Sambil keliling Menunjukan bagian-bagian Bangunan yang Rusak.
Praktis 2 ruangan tidak dapat dipergunakan yaitu Ruang Kepala UPTD dan Ruang Aula Petani, terpaksa semuanya disatukan karena hanya tinggal 2 ruangan yang masih relatif layak digunakan, Papar Asep
Asep menjelaskan, "Kami sudah melaporkan ke Dinas Pertanian Kabupaten dengan membuat Proposal tetapi sampai saat ini belum mendapat tanggapan, kami khawatir atap bangunan Roboh apalagi kalau hujan deras disertai Angin Kencang".
"Terpaksa Tiang-tiang Penyangga kami ganti dengan Bambu, Sekedar untuk Menahan Struktur Atap kayu", tambah Asep.
"Rumah" Petani Tegalwaru ini sudah berumur belasan tahun, jadi wajar kalau Saat ini mendapat Prioritas untuk di Rehabilitasi Total, tandas Asep Penuh harap. | (ade. 1.7.)

Sabtu, 24 Maret 2018

BUTUH BANTUAN, TUMOR NENEK HODIJAH HARUS DIOPERASI TAPI BELUM PUNYA DANA PENDUKUNG

MAKIN BESAR. Tumor di pipi kanan nenek Hodijah semakin besar harus dioperasi, tetapi belum punya dana pendukung. (copas pilarbangsanews.com)


Jum’at, 24 Maret 2018

MyNews – Majalengka | “Memelas”. Itulah kata hati paling tulus kala menyaksikan keadaan yang mengggayuti keluarga kakek Emeh (80), warga RT 010 RW 005, Desa Pajajar, Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat.

Betapa tidak. Segenap anggota keluarga penghuni rumah amat sederhana di kawasan petilasan  Prabu Siliwangi, persisnya di hutan lereng Gunung Ciremai sebelah barat – sekitar 19 km dari pusat kota Majalengka - itu kini semua dirundung sakit.

Setelah 43 tahun bersama isterinya Hodijah merawat Enah, anaknya yang lumpuh sejak kecil, pada dua tahun yang silam pipi kanan nenek Hodijah (70) mulai digerogoti tumor kulit. Sudah begitu belakangan ini kakek Emeh pun dijangkiti penyakit kencing darah.

“Menurut dokter,” kata kakek Emeh, Kamis (23/3),” kakek dan nenek harus dioperasi. Tapi biarlah nenek saja dulu.”

Lalu dia akui bahwa memang isterinya sudah dua kali gratis berobat di RSUD Majalengka pakai BPJS. Pertama pada 13 Mei 2016. Kedua pada 26 Pebruari 2018.

Oleh RSUD Majalengka nenek Hodijah dirujuk untuk pemeriksaan sekaligus tindakan medis selanjutnya di RSUP Hasan Sadikin, Bandung. Namun  hal itu belum dilaksanakan.

“Kakek belum punya uang nak. Baik untuk membawa nenek ke Bandung, untuk biaya kakek jaga di rumah sakit nanti, dan untuk biaya hidup si Enah di rumah,” ujar kakek Emeh.

Menjawab pertanyaan sudahkah meminta bantuan kepala desa atau lainnya, kakek Emeh mengatakan bahwa secara langsung memang belum pernah.

Meski begitu, dia menyatakan sangat berharap mendapat bantuan dari pihak manapun untuk menanggulangi kendala yang dihadapi agar tumor isterinya segera dioperasi. | sba alqudsy – C.06

Editor                    : Burhanuddin AR
Pengunggah       : Ardianingrum ibni Albar

Sabtu, 17 Februari 2018

ANTI NARKOBA, URINE PESERTA KONGRES HMI DAN MUNAS KOHATI DI AMBON DITES

USAI TES URINE. Ketum PB HMI, Mulyadi P Tamsir, dan Bendahara Umum PB HMI, Achmad Fathoni, usai tes urine sebelum Kongres HMI XXX di Kota Ambon dimulai. (sba alqudsy) 

Jum’at, 16 Februari 2018

MyNews- Ambon | Sebanyak lebih dari 2.200 peserta Kongres Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) XXX dan Musyawarah Nasional Korps HMI Wati (KOHATI) di Kota Ambon yang dipusatkan di Universitas Pattimura Ambon (Unpatti) harus mengikuti tes urine bebas Narkoba. Begitu pun para Kandidat Ketua Umum PB HMI dan Panitia.

“Hal itu dilakukan sebagai syarat mengikuti Kongres HMI dan Munas KOHATI kali ini,” kata Heri Mauliza, Koordinator SC Kongres HMI XXX, di Ambon, jelang waktu Jum’atan (16/2).

Dia pun menyebutkan bahwa aktivitas tes urine itu merupakan hasil kerja sama panitia dengan pihak Badan Narkotika Nasional (BNN). “Jika sesorang dari peserta tidak memiliki keterangan ikut tes urine atau diketahui pengguna narkoba, kami pasti melarang yang bersangkutan ikut Kongres ini,” tegas Heri.

Sementara itu Ketua Umum PB HMI, Mulyadi P. Tamsir, dan Bendahara Umum PB HMI, Achmad Fathoni, mengaku sudah mengikuti tes urine sebelum para peserta dari segenap Cabang HMI se-Indonesia hadir di Ambon.
UTUSAN PALANGKA RAYA. Empat orang utusan PC HMI
Palangka Raya sedang daftar mengikuti tes urine 
(sba alqudsy)

Maulana Kawit, Sekretaris Pengurus Cabang HMI Palangka Raya saat menanti giliran dipanggil mengikuti tes urine menyampaikan bahwa pihaknya mengutus 4 (empat) orang peserta.

“Alhamdulilah sudah selesai mengikuti tes urine. Ini sungguh bagus dilakukan sebagai bentuk komitmen HMI dalam pemberantasan narkoba,” ujar Maulana Kawit.
 “Kita harus apresiasi langkah panitia dalam menjamin bahwa peserta kongres betul-betul steril dari narkoba, dan ini merupakan gambaran HMI nyata memiliki gerakan anti narkoba,” sambung Dedy, utusan PC HMI Bengkalis.

Sebagaimana tersiar sebelumnya bahwa Kongres dan Munas tersebut telah dibuka oleh Presiden RI, Joko Widodo, Rabu (14/2). Akan tetapi penyelenggaraan persidagangan diundur sampai Jum'at (16/2)

Menanggapi keterlambatan tersebut Akmal, Ketua PC HMI Bekasi mengatakan, " Ada keterlambatan penyelenggaraan Sidang Pleno nggak apa-apalah . Hingga sekarang proses sidang Pleno belum bisa diikuti penuh oleh peserta akibat masih banyak yang menunggu keelengkapan syarat administrasi, yang salah satunya adalah surat keterangan dari BNN tentang hasil tes urine yang bersangkutan, ya jalani saja”.

“Yah itu sebuah konsekuensi-lah. Nggak masalah. Yang penting Kongres dan Munas, insya Allah tetap lancar,” kata ketua Panitia Nasional Kongres (Panasko) HMI XXX, Fauzi Marasabessy, yang saat itu didampingi Ketua Panitia Lokal Musyawarah Nasional KOHATI (Panlok Munasko) Novita Ohoiulun, dan Kepala BNN Maluku, Brigjen Pol Rusno | sba alqudsy – B.08

Editor               : Burhanuddin AR

Pengunggah    : Ardianingrum ibni Albar

Kamis, 08 Februari 2018

5 JENIS SANTAPAN YANG BISA PICU BAU BADAN


MyNews | Tidak sedikit dari kita yang memiliki masalah dengan bau badan.
Problem itu terus menghinggapi meski segala upaya telah dilakukan untuk membuat aroma tubuh menjadi segar.
Namun, tetap saja masalah tersebut berkutat dan menjadi masalah dalam kehidupan sosial kita.
Pakar kimia organik yang juga mempelajari bau badan di Monell Chemical Senses Center, George Preti mengatakan, bau badan juga dapat dipicu oleh stres, permasalahan kesehatan tertentu, hingga pilihan jenis makanan.
Para pakar hingga kini juga masih meneliti apakah diet juga berpengaruh terhadap bau badan.
Ia menjelaskan, tubuh manusia memiliki dua tipe kelenjar keringat yaitu kelenjar eccrine dan apocrine.

Kelenjar eccrine memproduksi keringat tanpa bau yang akan keluar dari tubuh, terutama setelah berolahraga berat.
Sementara, kelenjar apocrine berada di ketiak dan selangkangan, di mana substansi minyak diproduksi, dan akan menimbulkan bau badan yang spesifik.
Faktanya, tubuh kita memproduksi dua bau badan natural yang baunya seperti bawang atau jintan pedas.
Tapi, bau badan itu juga dipengaruhi makanan yang kita konsumsi. Termasuk diet yang kita lakukan.
Nah, berikut ini adalah daftar makanan yang bisa mempengaruhi bau badan.

1. Brokoli, kubis, dan kembang kol
Dermatokogi di McLean Dermatology and Skin Care Center, Lily Talakoub mengatakan, bau badan bisa disebabkan oleh makanan yang mengandung sulfur, seperti brokoli, kubis dan kembang kol.
"Tergantung apakah Kamu memakannya mentah atau dimasak," kata Talakoub.
Makanan-makanan inilah yang menyebabkan muncul bau seperti telur busuk.
Namun, bukan berarti Kamu harus menghindari semua sayur-sayuran yang mengandung sulfur, karena makanan ini pun memiliki kandungan "hebat" untuk melawan penyakit.
Tapi, jika Kamu mengkonsumsinya secara reguler, ini jelas akan berdampak pada bau badanmu.
Cobalah mengimbanginya dengan mengonsumsi sayuran lainnya dan buah yang tidak mengandung banyak kandungan sulfur. Seperti labu, ubi, terong, jeruk, hingga buah persik.

2. Bawang merah dan putih
Segala jenis makanan yang membuat bau nafasmu terganggu, juga kurang baik untuk bau badan. Contohnya, bawang merah dan putih.
Preti mengatakan, hampir sebagian besar bau badan seseorang dipancarkan lewat mulut.
"Setiap mereka bernafas, mereka mengeluarkan bau bawang merah dan putih yang akan membuat udara sekitar mereka berbau serupa," kata Preti.
Kopi dan ikan kalengan juga bisa menimbulkan masalah yang sama. Untuk menghindarinya, rajinlah sikat gigi dan minum banyak air, setelah mengkonsumsi makanan tersebut.
Langkah ini juga akan membantu membersihkan partikel dan bakteri pada makanan.

3. Ikan
Penyakit metabolisme trimethylaminuria atau TMAU bisa membuat bau badanmu seperti ikan busuk.
Ini juga akan diperparah dengan mengkonsumsi makanan seperti telur, ikan, bahkan beberapa jenis sayuran. TMAU akan diproduksi dalam usus.
Menurut data National Centerfor Biotechnology Information, bau tersebut akan keluar lewat urin, nafas, keringat, dan air mani.
Mereka yang mengalami TMAU juga berupaya untuk menghancurkan cholin (nutrisi pada kuning telur), letichin (asam lemak), dan trimethylamine N-oxide (yang ditemukan pada makanan laut).
Kondisi ini jarang, tapi National Institutesof Health (NIH) menemukan 118 orang dari total 353 objek studi, yang positif mengalami TMAU.
Tidak ada obat spesifik untuk ini. Namun, kita bisa meminimalisasi konsumsi makanan yang kaya trimethylamine-rich serta menggunakan sabun yang spesifik.

4. Daging
Daging-dagingan bisa menimbulkan bau tubuh. Demikian hasil penelitian yang dipublikasikan di Journal Chemical Senses.
Peneliti mengumpulkan satu kelompok laki-laki yang memakan daging dua kali sehari, sementara kelompok lainnya memakan daging hanya satu kali.
Mereka juga memakai bantalan di ketiak. Dalam 24 jam eksperimen, bantalan tersebut dikumpulkan.
Peneliti kemudian meminta 30 perempuan menilai bau badan tersebut dari segi intensitas, maskulinitas, dan ketertarikan seksual.
Hasilnya? Mereka yang tidak makan daging memiliki bau yang lebih menarik.
Ini bukan berarti daging merah berdampak khusus terhadap bau ketiak. Sebab hanya 17 laki-laki yang dilibatkan. Tapi, ada hal yang bisa dikaitkan.
Para peneliti berasumsi, kandungan lemak pada daging merah bisa bercampur dengan zat kimiawi yang diproduksi di kelenjar keringat.
Karena bakteri di kulit mengonsumsi asam lemak tersebut, maka mereka akan menimbulkan bau pada ketiak.

5. Alkohol
Sebuah hasil penelitianyang dipublikasikan di Journal of Dental Research, menunjukkan bahwa mengkonsumsi alkohol dalam kadar berlebih, bisa memberikan bau mulut yang kurang sedap.
Setelah meneliti bau nafas dari 90 orang dewasa, para peneliti menemukan fakta, mereka yang secara rutin mengkonsumsi alkohol memiliki tipe bau nafas yang unik.
Ini bisa jadi karena alkohol yang mereka minum atau reaksi hati dengan zat kimia lainnya untuk memproduksi “odorous byproducts,” seperti acetaldehyde, cairan dengan bau menyengat.
Alkohol juga bisa membuat mulut kering, yang mana bisa juga membawa masalah. Padahal, air liur bisa membilas sel-sel mati yang terbangun di dalam mulut.
Saat sel-sel mati tersebut bertahan di mulut, maka mereka akan mulai membusuk dan memberikan nafas yang bau.

Jumat, 12 Januari 2018

SISWI SD DI KARAWANG MENINGGAL DIDUGA SETELAH DIVAKSIN DIFTERI

MyNews - Karawang | Tearysa (10), warga Dusun Lampiran 2, Desa Kedawung, Kecamatan Lemahabang,Kabupaten Karawang, diduga meninggal dunia setelah divaksin difteri di sekolahnya. Hanya saja, pihak keluarga menolak jasad Tearysa diotopsi.
Ayah Tearysa, Sardi, mengatakan pada Sabtu (6/1/2018), putrinya mendapat imunisasi yang dilakukan petugas Puskesmas Lemahabang di sekolahnya, SDN Kedawung 1. Karena Tearysa mengalami demam tinggi, Sardi kemudian membawanya ke Puskesmas Lemahabang.
Akan tetapi, kata dia, pihak Puskesmas Lemahabang mengaku tidak sanggup. Saat dia hendak membawa Tearysa ke Klinik Medika, petugas puskesmas menyarankan Tearysa dirujuk ke RSUD Karawang.
"Pada Senin pagi saya membawa anak saya ke RSUD Karawang. Setelah mendapat perawatan selama 24 jam, nyawa anak saya tidak tertolong dan meninggal dunia pada Selasa (9/1/2018) siang," ungkap Sardi.
Setelah mengetahui putrinya meninggal, kata dia, Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang  kemudian memberikan santunan sebesar Rp 600.000.



Kepala Bidang Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Karawang Sri Sugihartati mengatakan, saat Tearysa dibawa ke rumah sakit, waktu itu sudah panas 39 derajat, kesadarannya dan tensinya turun, serta turgor-nya tidak bagus.
"Di situ sementara didiagnosis sebagai sepsis, diare akut, dan dehidrasi," jelasnya.
Dia membantah panas dan diare yang diderita Tearysa karena efek samping vaksin difteri. Menurut Sri, panas tersebut bisa saja disebabkan oleh diare.
"Jadi untuk saat ini kami tidak bisa memberikan diagnosis bahwa meninggalnya Tearysa karena vaksin difteri, sebab hari Minggunya sudah diare dan panas," kata dia.
Meski demikian, kata Sri, semua laporan medis sudah dikirim ke Bandung untuk kemudian diteliti lebih lanjut.
Terlebih lagi, Sri mengaku mendapat informasi bahwa Tearysa sebelumnya memakan seblak. "Vaksin dan seblak tidak ada hubungannya. Kalau seblak ada hubungannya dengan diare. Kalau vaksin yang diberikan tetes itu ada efek samping berak-berak. Jadi karena vaksin diberikan dengan cara suntik maka enggak ada efek samping," ungkapnya.
Sementara itu, Kapolres Karawang AKBP Hendy Febrianto Kurniawan mengatakan, pihaknya melalui Polsek Lemahabang sudah menawarkan otopsi kepada keluarga Tearysa. Namun, pihak keluarga menolak jasad Tearysa diotopsi.
"Untuk mengetahui penyebab kematian, seharusnya keluarga setuju diotopsi.Tetapi, pihak keluarga menolak dan menerima kematian Tearysa," kata Hendy. | (Mus.12.1)

Sumber: kompas.com



Senin, 04 Desember 2017

BUPATI PURWAKARTA SELAMATKAN TKI YANG TERLANTAR DI ARAB SAUDI

RAWAT INTENSIF. Irwanto dibawa ambulan siap untuk mendapat perawatan intensif di RSUD Bayu Asih Purwakarta atas fasilitas Bupati Dedi Mulyadi

Senin, 4 Desember 2017

MyNews - Purwakarta | Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menjemput seorang TKI asal daerahnya bernama Irwanto Samin Bin Apan (54) dan istrinya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang.

Hampir selama empat tahun Irwanto telantar di Arab Saudi karena lumpuh akibat kecelakaan kerja dan tak memiliki ongkos untuk pulang ke Indonesia.

Setelah mendapatkan informasi di media sosial, Dedi pun langsung memberikan bantuan dana untuk pemulangan warganya tersebut bekerja sama dengan Konsulat RI di Jeddah.

"Negara melalui pemerintahan sudah seharusnya hadir mengadvokasi TKI kita yang bekerja di luar negeri terutama yang memiliki masalah. Saya kira kasus seperti ini bukan hanya menimpa Irwanto dan istrinya saja. Saya sudah beberapa kali menghadapi permasalahan seperti ini, terutama yang menimpa warga Purwakarta. Kita memberikan ongkos pemulangan Irwanto dan istrinya supaya bisa kembali berkumpul dengan keluarganya," jelas Dedi Mulyadi, Selasa (21/11/2017).

Dedi menambahkan, selama dirinya menjabat sebagai bupati Purwakarta, tercatat enam kali pihaknya berupaya memulangkan warganya yang bekerja di luar negeri.

"Dulu ada yang disiksa oleh majikannya, ada yang sudah meninggal tapi jenazahnya sulit dipulangkan ke Indonesia, terus beberapa bulan lalu ada dua orang TKI ketemu di Malaysia dan tak bisa ke mana-mana karena paspornya ditahan oleh pihak Imigrasi Malaysia di Bandara," tambahnya.

Irwanto hampir selama 15 tahun telah bekerja sebagai TKI legal alias resmi di Arab Saudi. Ia bekerja sebagai sopir trailer pengangkut bahan bangunan beton di tiga majikan. Sampai pada majikan terakhir, ia mengalami kecelakaan dan mengakibatkan kedua kakinya tertimpa beton sehingga mengalami lumpuh.

Saat kecelakaan, dirinya sempat mendapatkan biaya perawatan sampai operasi kaki yang ditanggung oleh majikannya. Namun, saat dirinya akan menjalani perawatan lanjutan, majikannya enggan memberikan biaya tanggungan lagi dengan dalih sudah membereskan seluruh pembiayaan sebagai tanggung jawab majikan kepada karyawan.

Sejak saat itu, Irwanto bersama istrinya telantar akibat tak bisa bekerja dan tidak mendapatkan uang untuk biaya perawatan dan kehidupan sehari-harinya di Arab Saudi. Ia juga tidak memiliki ongkos pulang ke Indonesia.

"Sampai akhirnya saya ditemukan oleh aktivis Migran Center dan disampaikan melalui media sosial oleh mereka langsung ke Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi. Alhamdulilah saya bisa pulang kembali bersama istri ke Purwakarta bertemu keluarga lagi," kata Irwanto.

Setelah mengetahui hal tersebut, Dedi melalui stafnya langsung memerintahkan untuk segera membantu proses pemulangan warganya yang telantar tersebut. Pemkab Purwakarta langsung menyediakan uang sebesar Rp 150 juta untuk proses pemulangan warganya tersebut bekerja sama dengan Konsulat RI Jeddah.

Akhirnya Irwanto dan istrinya bisa pulang ke Indonesia pada hari ini setelah terbang dari Jeddah selama kurang lebih sembilan jam. Saat ini, Irwanto pun langsung dibawa ke RSUD Bayu Asih Purwakarta untuk mendapatkan perawatan intensif lebih lanjut. | Mus.Betrik-L.7

Editor                 : Burhanuddin AR
Pengunggah : Nustapid

Kamis, 23 November 2017

LOGO BNN DILARANG DICANTUMKAN UNTUK DAGANG ROKOK ELEKTRONIK

VAPE MEREBAK. Rokok elektronik (VAPE) telah merebak dikonsumsi oleh remaja.(fb)
Kamis, 23 November 2017.

MyNews – Jakarta | Logo Badan Narkotika Nasional (BNN) dilarang keras dicantumkan untuk keperluan perdagangan rokok elektronik. Larangan itu berlaku khususnya bagi seluruh gerai toko, iklan distributor, maupun toko rokok elektronik.

Kepala BNN, Drs. Budi Waseso, menerbitkan larangan tersebut pada 20 November 2017 melalui Surat Edaran No.: SE/123/XI/KA/PC.01/2017/BNN.

Ada tiga rujukan diterbitkannya larangan itu. Pertama, Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.Kedua, Peraturan Presiden No. 23 Tahun 2010 tentang Badan Narkotika Nasional. Ketiga, Peraturan Kepala Badan Narkotika Nasional No. 7 Tahun 2017 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Kepala Badan Narkotika Nasional No. 3 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten/Kota (BNNK).

Berdasar rujukan itu, Kepala BNN memeberitahunan kepada para Kepala BNNP maupun BNNK untuk tidak melakukan pencantuman logo BNN pada gerai toko, iklan distributor, maupun toko rokok elektronik (VAPE).

Begitu juga larangan diberlakukan bagi distributor dan toko, baik di dalam ruangan maupun di dalam berbagai bentuk iklan. Dan apabila terbukti mereka memasang logo BNN tanpa seizin BNN, Kepala BNN yang terkait hendaknya memberikan teguran keras dan/atau diproses hukum sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Menurut Budi Waseso, surat edaran yang diterbitkannya itu bersifat sebagai perintah untuk dilaksanakan, dan sebagai pedoman untuk melaksanakan pengawasan penyelenggaraan program P4GN di masing-masing wilayah provinsi, kabupaten maupun kota.

Sebagaimana telah umum diketahui, di tengah-tengah masyarakat telah dipasarkan produk rokok elektronik yang dipopulerkan dengan sebutan VAPE.

Zainul Mustofa
Rokok spesies baru non tembakau itu berbahan suatu cairan, dengan citra rasa dan aroma bermacam-macam. Cara pakainya, cairan itu dimasukkan dalam suatu tabung kecil pada sebuah pipa bertenega baterai. Pipa diisap maka konsumen dapat menikmati asap selazim merokok kretek.

Info yang berkembang, rokok elektronik semakin banyak penikmatnya. Bahkan, kalangan remaja dan siswa sekolah dasar pun sudah mulai ada yang mengonsumsi. Sementara itu oleh banyak pihak sudah mengkhawatirkan bahwa teknik merokok elektronik rentan tersusupi disalahgunakan untuk mengonsumsi  narkoba.

“Oleh karena itu selain saya sepakat terhadap adanya larangan penggunaan logo BNN itu, juga akan lebih senang jika produksi dan peredaran rokok elektronik diawasi ketat,” kata Drs. Zainul Mustofa, MPd.I, seorang guru Aparat Sipil Negeri (ASN) yang sedang dinas di SDN 10 Jakarta Timur, kemarin.| sba alqudsy – K.06

Editor                     Burhanuddin AR
Pengunggah       : Mustapid 

Ad Placement