Mustikayasa News: Teknologi
Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Juli 2018

BIKIN MOBIL BERBAHAN BAKAR PLASTIK, TIM INDONESIA JADI JUARA DUNIA


MyNews - London | Tim dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta menjadi juara dunia lomba inovasi teknologi yang diselenggarakan di London, Inggris, Kamis (05/07).
"Serius, kami benar-benar nggak tahu mau ngomong apa. Saya ingin menangis. Ini mimpi jadi kenyataan banget," kata Thya Laurencia Benedita Araujo, satu dari tiga mahasiswa dari tim UGM tersebut.
Dalam kompetisi yang bertajuk Shell Ideas 360 itu, Thya bersama dua rekannya, Herman Amrullah dan Sholahudin Allayubi, membuat konsep mobil pintar berbahan bakar limbah plastik.
Ide ini muncul di tengah ramainya pemberitaan bahwa Indonesia adalah produsen sampah plastik terbanyak kedua di dunia setelah China.

"Kita menyayangkan masalah plastik di Indonesia yang tidak termanajemen dengan baik. Jadi kita punya ide, mengapa kita tak mengubah sampah plastik menjadi energi sekaligus membantu kekurangan energi di Indonesia," lanjut Thya.
Meskipun begitu, pengolahan sampah sebagai sumber energi bukanlah hal baru.
Terobosan mereka menjadi berbeda, karena tidak lagi membutuhkan energi tambahan untuk mengolah limbah.
"Upaya untuk mengonversi limbah kan sudah banyak. Tapi mayoritas menggunakan LPG untuk membakarnya. Nah, kami punya ide dengan mengonversi sampah plastik itu memakai gas buangan knalpot, jadi gratis," cerita Herman.
Berdasarkan pembuktian yang mereka lakukan, gas buang knalpot mobil yang suhunya bisa melewati 400 derajat Celcius, cukup untuk melakukan pembakaran.

Selain itu, teknologi yang mereka konsepkan juga memiliki alat penyerap karbon dioksida dari knalpot sehingga polusi pun dapat ditekan.

Plastik Setara BBM
Prestasi yang diraih mahasiswa UGM ini terbilang luar biasa. Mereka adalah satu-satunya wakil dari Asia, yang berhasil mengalahkan lebih 3.000 ide dari 140 negara.
Di babak final di London, mereka bersaing dengan empat tim lainnya dari Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, Prancis dan Australia.
"Deg-degan banget. Ternyata kita bisa mengalahkan mereka. Nggak nyangka saja Indonesia bisa menang. Kita saingannya sama (mahasiswa) University Texas (dari Amerika), yang rangking universitasnya tinggi banget. Kita bahagia sekali," ungkap Thya. | (mus. 1.7)

Kamis, 08 Maret 2018

KAMERA PINTAR GOOGLE LENS DISEBAR KE SEMUA ANDROID


MyNews.com - Google Lens adalah toolberbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) computer vision yang mampu menganalisa foto, mengenali obyek di dalamnya, dan mengambil informasi seperti alamat dan nomor telepon.
Awalnya Google Lens hanya tersedia di seri perangkat Pixel besutan Google sendiri. Namun, pada awal pekan ini, sang raksasa internet mulai memberikan Google Lens untuk perangkat Android lain melalui Google Photos.
“Mulai bergulir hari ini, pengguna Android bisa mencoba Google Lens untuk melakukan hal-hal seperti membuat kontak baru dari kartu nama, atau mendapatkan informasi tentang landmark terkenal,” kicau Google dalam sebuah tweet, disertai tautan ke aplikasi Google Photos.
Di aplikasi Google Photos versi teranyar itu ada sebuah opsi baru berupa icon Lens untuk menganalisa foto. Lalu, tergantung dari obyek apa yang dikenali oleh Lens dari foto, Google Photos akan menampilkan sejumlah card berisi informasi yang relevan tentang obyek tersebut.
Misalnya, apabila pengguna memindai kartu nama, maka Lens akan mengenali informasi yang tertera, seperti alamat e-mail, nomor telepon, dan jabatan di perusahaan, untuk kemudian disimpan dalam daftar kontak di ponsel.
Untuk sementara ini mungkin belum semua pengguna Android di berbagai negara sudah mendapatkan Google Photos versi terbaru yang sudah berisi fitur Lens. Pembaruannya sendiri memang disalurkan secara bertahap.
Sebagaimana dirangkum MyNews dari KompasTekno dan dari 9to5Google, Rabu (7/3/2018), selain perangkat Android di luar Pixel, Google juga menjanjikan Lens akan segera hadir di platform iOS (iPhone), namun tanggal pastinya belum disebutkan. |(Mus.4.3)


Sumber: kompas.com

Senin, 12 Februari 2018

WHATSAPP KINI MULAI BISA KIRIM UANG


MyNews | WhatsApp mulai menyediakan fitur pembayaran digital di layanan pesan singkatnya. Bertajuk “WhatsApp Payments”, fitur tersebut saat ini baru diuji coba di India untuk pengguna yang bergabung dalam program beta.
Desas-desus soal WhatsApp Payments sudah beredar sejak Januari lalu. Sesuai bocoran sumber dalam, WhatsApp memang dikatakan hendak merilis fitur pembayaran digital pada Februari ini.
Adapun mekanisme WhatsApp Payments menggunakan sistem Unified Payments Interface (UPI). Antarmuka pembayaran itu memfasilitasi transaksi lintas bank di India, beberapa di antaranya State Bank of India, ICICI Bank, HDFC Bank, dan Axis Bank.
Izin untuk menggunakan UPI diperoleh WhatsApp dari Pemerintah India sejak Juli 2017 lalu. Proses pengembangan selama lebih kurang setengah tahun akhirnya membuahkan hasil.
Untuk sementara pemanfaatan WhatsApp Payments terbatas pada transaksi duit antar-pengguna, alias peer-to-peer. Pengguna belum bisa melakukan transaksi ke merchant pihak ketiga.
Lantas bagaimana cara bertransaksi dengan WhatsApp Payments? Pertama-tama, dua pihak pengguna yang hendak bertransaksi harus mengikuti program beta dan meng-install versi teranyar WhatsApp untuk iOS ataupun Android.
Untuk mengirim uang, pengguna cukup menekan ikon attachment yang juga diklik saat hendak mengirim kontak, media, lokasi, dll. Pengguna akan menemukan opsi payments sebagaimana dihimpun MyNews, Senin (12/2/2018), dariDigit.in.
Pilih kontak yang hendak Anda kirimi uang, pilih akun bank Anda dan penerima, masukkan nominal uang, masukan pin UPI, lantas uang Anda akan terkirim secara virtual. WhatsApp Payments mendukung transaksi ke lebih dari 70 bank di India.
Saat transaksi pertama, pengguna bakal diminta memverifikasi nomor seluler. Pastikan nomor seluler untuk mengakses WhatsApp sesuai dengan nomor seluler yang tertaut dengan akun bank pengguna via UPI. Jika Anda tak punya akun UPI, WhatsApp Payments memiliki opsi untuk membuat akun UPI baru.
Semua transaksi Anda akan terekam pada opsi history di WhatsApp Payments. Karena masih dalam bentuk beta, bisa jadi fitur ini dikembangkan lebih jauh untuk fungsi yang lebih banyak ketika diresmikan untuk publik.
Belum jelas kapan WhatsApp Payments tersedia di negara lain, termasuk Indonesia. Kita tunggu saja. | (Mtp.11.2)

Sabtu, 25 November 2017

GANYANG HOAX, PECUNDANG PERADABAN HARUS DIENYAHKAN

USAI DISKUSI PUBLIK. Panitia dengan narasumber seusasi Diskusi Publik foto bersama. di Istana Taman Jepun, Denpasar, Bali,  Kamis, 23 November 2017.(dadang)

Jum’at, 24 November 2017

MyNews – Denpasar | Banjir informasi ke publik, terutama yang viral melalui media sosial (medsos), rupanya potensial berimplikasi memerosotkan mutu peradaban suatu kaum atau bangsa.

“Sosok potensial sebagai pecundang peradaban itu adalah produk-produk informasi bohong atau hoax,” kata Dewa Wirajaya.

Dia katakan itu saat mengantar berlangsungnya Diskusi Publik di Istana Taman Jepun, Denpasar, Kamis (23/11).

Perhelatan ilmiah tersebut diprakarsai oleh Media Online www.suaradewata.com bekerjasama Pengurus Ikatan Wartawan Online (IWO) Provinsi Bali.

Dewa, selaku Ketua Panitia Diskusi, memandang bahwa hoax adalah karya biadab. Hoax adalah bukti kejahatan. Di dalam hoax pasti mengandung fitnah, walau mungkin diproduk bermotif guyonan, iseng. Apalagi bila hoax dilahirkan secara serius untuk mendiskreditkan pihak tertentu.

Oleh karena itu melalui diskusi tersebut, dia menyeru ganyang hoax. Sebagai sang pecundang peradaban, hoax harus dienyahkan. Dan untuk itu butuh sistem yang handal, baik pada tataran terapan global maupun lokal.

Tak kalah penting dari semua hal yang dia sampaikan itu, Dewa memandang  bahwa insan-insan pengguna teknologi informasi, baik yang intensif maupun jarang-jarang,  kiranya perlu disadarkan tentang pentingnya antihoax.

“Dengan kesadaran yang demikian itulah dapat kita harap, bahwa masing-masing dari mereka kelak betul-betul terpanggil untuk ikut bertindak dan bertanggung jawab mengubur hoax,” ujarnya.

Guna membuka cakrawala pandang yang luas bagi peserta diskusi, terdiri insan pers, mahasiswa, juga pegiat LSM di Bali, maka dihadirkanlah Nyoman Sutiawan (Ketua IWO Bali), Agus Astapa (Komisioner pada KIP), I Made Sunarsa, SE (Ketua KPI Bali), Dr. Luh Riniti Rahayu, MSi (Ketua LSM Sruti/mantan Komisioner KPU) selaku narasumber.

Ketua IWO Provinsi Bali, Nyoman Setiawan, mengatakan posisi organisasinya pada kepentingan mengganyang hoax pecundang peradaban pada 2018 sungguh sangat penting.

Menurutnya, 2018 adalah tahun politik sehubungan berlangsungnya Pemilu serentak 2019. Dapat diprediksi saat itu rawan muncul berita-berita hoax. Sementara Ikatan Wartawan Online (IWO)  secara kelembagaan, person, dan industri pers bertekad tetap menjaga independensinya.

“Keluarga besar IWO akan menjadikan organisasinya sebagai rumah peradaban. Kinerjanya tetap menjaga netralitas, serta memberikan kesejukan dan kedamaian masyarakat,” tandas Nyoman, seraya menunjukkan kuncinya karena karya jurnalistik keluarga besar IWO didedikasikan untuk pembaca dengan penuh tanggung jawab.

Sedangkan Agus Astapa, Komisioner pada Komisi Informasi Publik (KIP) menjelaskan insan pers agar dalam berkarya terhindar dari hoax, harus menjaga diri tidak melanggar 10 rambu larangan informasi kepada publik.

Sebanyak 10 larangan itu disebutkannya dapat diidentifikasi atau dinukil dari UU tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), UU tentang Pers dan UU tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Ihwal netralitas pers, dia belum bisa yakin bakal terjaga sempurna karena biasanya masing-masing media memiliki agendanya sendiri.

Dr. Riniti Rahayu memandang nasib media online mendatang sebagai makhluk seksi. Satu dasawarsa ke depan, menurutnya, media online sangat digandrungi publik dibanding media cetak dan media elektronik.

Oleh karena itu baik untuk merealisasi gagasan IWO maupun untuk tertibnya berjurnalistik di media online,  Riniti menyarankan pelatihan-pelatihan dan uji kompetensi kewartawanan perlu digalakkan.    

Sementara I Made Sunarsa sebagai Ketua KPI siap bersinergis dengan elemen-elemen pers untuk membangun dunia jurnalistik media online berwibawa, disegani, dipercaya publik karena bersih dari berita bohong.

“Konten-konten negatif yang berseliweran di media, umumnya di media sosial, saat ini sudah pada titik memprihatinkan, dan yang terlibat sebagai pelaku sudah banyak yang masuk bui,” ungkapnya, lalu dia berharap semoga masa berikutnya fakta buruk itu tidak terjadi lagi. | sba alqudsy – K.08

Editor                    : Burhanuddin AR

Pengunggah       : Mustapid

Kamis, 23 November 2017

LOGO BNN DILARANG DICANTUMKAN UNTUK DAGANG ROKOK ELEKTRONIK

VAPE MEREBAK. Rokok elektronik (VAPE) telah merebak dikonsumsi oleh remaja.(fb)
Kamis, 23 November 2017.

MyNews – Jakarta | Logo Badan Narkotika Nasional (BNN) dilarang keras dicantumkan untuk keperluan perdagangan rokok elektronik. Larangan itu berlaku khususnya bagi seluruh gerai toko, iklan distributor, maupun toko rokok elektronik.

Kepala BNN, Drs. Budi Waseso, menerbitkan larangan tersebut pada 20 November 2017 melalui Surat Edaran No.: SE/123/XI/KA/PC.01/2017/BNN.

Ada tiga rujukan diterbitkannya larangan itu. Pertama, Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.Kedua, Peraturan Presiden No. 23 Tahun 2010 tentang Badan Narkotika Nasional. Ketiga, Peraturan Kepala Badan Narkotika Nasional No. 7 Tahun 2017 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Kepala Badan Narkotika Nasional No. 3 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten/Kota (BNNK).

Berdasar rujukan itu, Kepala BNN memeberitahunan kepada para Kepala BNNP maupun BNNK untuk tidak melakukan pencantuman logo BNN pada gerai toko, iklan distributor, maupun toko rokok elektronik (VAPE).

Begitu juga larangan diberlakukan bagi distributor dan toko, baik di dalam ruangan maupun di dalam berbagai bentuk iklan. Dan apabila terbukti mereka memasang logo BNN tanpa seizin BNN, Kepala BNN yang terkait hendaknya memberikan teguran keras dan/atau diproses hukum sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Menurut Budi Waseso, surat edaran yang diterbitkannya itu bersifat sebagai perintah untuk dilaksanakan, dan sebagai pedoman untuk melaksanakan pengawasan penyelenggaraan program P4GN di masing-masing wilayah provinsi, kabupaten maupun kota.

Sebagaimana telah umum diketahui, di tengah-tengah masyarakat telah dipasarkan produk rokok elektronik yang dipopulerkan dengan sebutan VAPE.

Zainul Mustofa
Rokok spesies baru non tembakau itu berbahan suatu cairan, dengan citra rasa dan aroma bermacam-macam. Cara pakainya, cairan itu dimasukkan dalam suatu tabung kecil pada sebuah pipa bertenega baterai. Pipa diisap maka konsumen dapat menikmati asap selazim merokok kretek.

Info yang berkembang, rokok elektronik semakin banyak penikmatnya. Bahkan, kalangan remaja dan siswa sekolah dasar pun sudah mulai ada yang mengonsumsi. Sementara itu oleh banyak pihak sudah mengkhawatirkan bahwa teknik merokok elektronik rentan tersusupi disalahgunakan untuk mengonsumsi  narkoba.

“Oleh karena itu selain saya sepakat terhadap adanya larangan penggunaan logo BNN itu, juga akan lebih senang jika produksi dan peredaran rokok elektronik diawasi ketat,” kata Drs. Zainul Mustofa, MPd.I, seorang guru Aparat Sipil Negeri (ASN) yang sedang dinas di SDN 10 Jakarta Timur, kemarin.| sba alqudsy – K.06

Editor                     Burhanuddin AR
Pengunggah       : Mustapid 

Kamis, 16 November 2017

IWO JABAR BERBULAT TEKAD NAUNGI WARTAWAN DAN PEMILIK MEDIA ONLINE

RAPAT PERDANA. Pengurus IWO Jabar, dipimpin langsung Ketuanya, NR Icang Rahardian, SH (kaos merah) melakukan rapat perdana di Residen Foodfas, Karawang, Selasa, 14 November 2017. (abby - gwa iwo jabar)
Selasa, 14 November 2017

MyNews – Karawang | Pengurus Ikatan Wartawan Online (IWO) Provinsi Jawa Barat telah menancapkan kebulatan tekad menaungi para wartawan dan pemilik media online.

“Naungan itu selain dalam sifat memberi perlindungan, juga memperjuangkan hak-hak mereka,” kata Ketua IWO Prov Jabar, NR Icang Rahardian, SH, di Residen Foodfas Karawang, usai memimpin Rapat Perdana Pengurus IWO Jabar, Selasa (14/11).

Perlindungan diberikan jika wartawan atau pemilik media online dilanda musibah dari bentuk-bentuk sikap maupun tindakan pelecehan, penistaan, pendholiman, dan intimidasi oleh siapapun. Sebab, sikap atau tindakan yang demikian itu condong merupakan pelanggaran hukum.

Sedangkan perjuangan dilaksanakan oleh IWO Jabar untuk menguatkan kompetensi dan profesionalitas wartawan maupun pemilik media Online. Sebab, jujur perlu diakui peningkatan kompetensi, peningkatan profesionalitas adalah kebutuhan berkelanjutan.

Untuk itu, ungkap Icang, IWO Jabar telah menyiapkan kemitraan dengan asosiasi praktisi hukum, misalnya dengan Kongres Advokad Indonesia (KAI), dan telah menggariskan program kerjanya; Terutama, program kerja jangka pendek

Kebulatan tekad menaungi wartawan dan pemilik media online, bagi IWO Jabar, tak terlepas dari dua misi besar IWO.

Bahwa IWO hadir untuk membela hak azasi, penegakan undang-undang dan kode etik pers, juga untuk tegaknya penerapan serta ketaatan semua pihak terhadap ketentuan peraturan undang-undang lain dan turunannya.

“Di lain sisi, IWO hadir, juga untuk meningkatkan kesejahteraan wartawan dan pemilik media online,” sambung Icang.

Menurutnya, sudah banyak kasus telah menjadikan wartawan sebagai korban sikap dan tindakan berindikasi pelanggaran hukum. Para korbannya ada yang bertugas pada media massa cetak, elektronik, juga online.

“Contoh yang kini ramai diperkarakan, terjadi di Timika. Mimika, Papua,” ungkap Icang.

Sejauh belum ada penyelesaian sebagaimana mestinya, itu sebuah preseden. Itu relatif berpotensi bikin cemas insan pers bertugas, dan bikin ketar-ketir pemilik media massa berbisnis.

Dan jika  tak kunjung ada kearifan penyelesaian, sangat mungkin dapat memunculkan kasus serupa di daerah-daerah lain, bil khusus mungkin juga terjadi di Jabar.

Sementara itu khalayak sudah mafhum terhadap fungsi dan peran wartawan bagi pembangunan bangsa dan negara. Bahwa sebagai pelaku sosial kontrol dalam berbagai bidang pembangunan maupun pada berbagai aspek kehidupan, telah terbukti wartawan amat bermanfaat.

Pada saat bersamaan itu, masih dapat disaksikan bahwa gaji wartawan teramat sedikit, bahkan ada yang tak bergaji.  Dan ironinya, pemilik media tempatnya kerja wartawan tersebut pun tak beruntung, melainkan buntung.

Oleh karena itu kehadiran IWO sebagai alat perjuangan insan pers media online, tentu logis bahkan hendaknya dapat semaksimal mungkin mampu menaungi - dalam makna melindungi dan memperjuangkan - kepentingan profesi para wartawan dan pemilik media online itu.

“Jadi kebulatan tekad kami itu adalah hal yang wajar. Manusiawi. Makanya tidak istimewa, biasa-biasa aja. Tapi ingat. Itu akan bermakna luhur manakala ada dan kian besar wujud amalannya,” tandas Icang.

Dan di ujung uraiannya itu, Icang yang juga Direktur CRadio Cikarang, meminta didoakan dan didukung insan pers media Online. “Doakan kami senantiasa tegar, istiqomah dalam merealisasi itu,” pinta Icang.|sba alqudsy – K.01

Editor                    : Burhanuddin AR

Pengunggah       : Mustapid 

Rabu, 18 Oktober 2017

Membuat Tulisan WA Jadi Tebal, Miring & Tulisan Dicoret

MyNews – Teknologi | Percakapan melalui media chating WhatsApp (WA) sudah menjadi hal yang biasa dilakukan oleh pengguna Ponsel Pintar (Smartphone) atau Android, i-Phone dll. Namun masih banyak yang belum tau bahwa WhatsApp bisa melakukan Formatting Text atau Customize Format Text seperti, cetak tebal (Bold), cetak miring (italic) dan teks yang dicoret (strikethrough).
Kendati WhatsApp telah merilisnya pada tahun 2016, namun pengguna masih belum banyak yang mengetahuinya karena tidak tersedianya tombol atau menu khusus layaknya Ms Word untuk fitur baru tersebut. Dibutuhkan trik tertentu untuk membuat format teks seperti itu.
Berikut caranya:
Cetak Tebal (Bold)
Untuk membuat teks cetak tebal, gunakan tanda asterik (*) sebelum dan sesudah teks yang akan dibuat cetak tebal. Contohnya *Tebal*.
Cetak Miring (Italic)
Untuk membuat teks cetak miring, gunakan tanda underscore (_) sebelum dan sesudah teks yang akan dibuat cetak miring. Contohnya _Cetak Miring_.
Strikethrough (Teks dicoret)
Untuk membuat teks dicoret, gunakan tanda tilde (~) sebelum dan sesudah teks yang akan dicoret.  Contohnya ~dicoret~.

Demikian trick Text Formatting untuk aplikasi chatting via WhatsApp. Semoga Bermanfaat. | (Mus.1.10)

Ad Placement