Mustikayasa News: Sosial Budaya
Tampilkan postingan dengan label Sosial Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosial Budaya. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 Mei 2018

TERNAK KERBAU "TERABAIKAN" DITENGAH GALAKAN SWASEMBADA SAPI


MyNews -  Karawang  | Program Swasembada Sapi yang terus digenjot oleh Kementrian Pertanian dengan Program Bagi-bagi Sapi untuk kelompok Peternak dan Program OpSus SIWAB (Operasi Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting) Khusus Kabupaten Karawang, Dinas Pertanian dan Peternakan ditarget 1001 Sapi Binaannya Wajib Bunting.
Dalam beberapa Tahun ini berbagai ikhtiar diupayakan demi mensukseskan Program Swasembada Sapi.
Ditengah upaya tersebut, dalam pantauan team mynews dilapangan, khususnya di Kabupaten  Karawang bagian Selatan tepatnya di Desa Cipurwasari dan Desa Cigunungsari Kecamatan Tegalwaru masih banyak Peternak Kerbau yang dijumpai.
Mereka menggembalakan atau beternak kerbau masih dengan cara tradisional, yaitu Kerbau dibiarkan berkeliaran di kawasan hutan Gunung Rungking dan Gunung Seureuh.
Narsin, salah satu Peternak yang masih setia dengan profesinya yang sudah dijalaninya puluhan tahun, pria separuhbaya ini memiliki 6 ekor Kerbau, warga Kp Cilampa Desa Cipurwasari Tegalwaru Karawang.
Kepada Team Mynews Narsin menjelaskan dirumahnya Sabtu 15 Mei 2018, "dulu saya punya 25 ekor kerbau, waktu masih muda dan tenaganya masih cukup kuat dengan dibantu istri dan anaknya" paparnya
Sekarang karena sudah tua dan area Pengembalaan (pangangonan)yang mulai terbatas, tinggal 6 ekor saja yang dipelihara.
Selama dia menjadi Peternak Kerbau rasanya belum pernah mendapat bantuan dari Dinas, terkecuali kalau Ternaknya sakit, Narsin meminta bantuan kepada Mantri hewan untuk pengobatan, Itupun tak Gratis alias Bayar, tandas Narsin.
Sebenarnya beternak Kerbau cukup menguntungkan, sekarang harga seekor kerbau dewasa bisa dihargai 25 - 30 jutaan, jelas Narsin sambil menunjuk Kerbau Dewasa miliknya yang diberinama si Upit. | (Ade.10.5)

Sabtu, 10 Maret 2018

BANK BJB BANTU KORBAN BANJIR DAN LONGSOR DI KUNINGAN


MyNews - Kuningan | PT Bank Pembangunan Jawa Barat dan Banten tbk (BJBR) atau bank bjb menyalurkan bantuan untuk membantu korban bencana alam pergerakan tanah longsor dan banjir di secara langsung di enam lokasi posko bencana dari 11 lokasi Desa terdampak bencana di Kabupaten Kuningan.
Bantuan diserahkan langsung bank bjb melalui Kepala bank bjb Cabang Kuningan, Maman Rukmana disaksikan Plt Bupati Kuningan Dede Sembada, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agus Mauludin, di enam titik lokasi pengungsian masing-masing wilayah kecamatan yang dilanda bencana, pada Sabtu (3/3/2018).
Bantuan diberikan berupa barang keperluan sehari-hari yang dibutuhkan para korban untuk tanggap darurat. Bantuan tersebut, selain bersumber dari dana tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) bank bjb, juga berasal dari sumbangan Serikat Karyawan (Sekar) bank bjb, dan para pegawai.
Kepala bank bjb Cabang Kuningan Maman Rukmana mengatakan dana bantuan tersebut disalurkan berupa barang diantaranya untuk perlengkapan tidur, kebutuhan air bersih, dan kebutuhan lainnya  para korban korban.
Selain itu bank bjb juga memberikan bantuan khusus hasil partisipasi karyawan, dan serikat pegawai bank bjb dalam bentuk perlengkapan untuk bayi, kebutuhan kaum ibu serta kebutuhan sehari-hari seperti sembako dan lauk pauk.
 “Sesuai hasil koordinasi dengan pemerintah daerah, kami ingin  merehabilitasi dan melakukan recoverypasca mereka terkena bencana,” kata Maman Rukmana.
Sementara itu, Plt Bupati Kuningan, Dede Sembada menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada bank bjb atas sumbangannya karena masyarakat memang membutuhkan perhatian.
Menurut Dede, pemulihan dan perhatian terhadap korban bencana bukan hanya tugas pemerintah, namun juga dibutuhkan peran aktif dari perusahaan.
“Semoga ke depan bukan hanya bank bjb yang aktif memberikan bantuan untuk bencana alam, tapi juga perusahaan lainnya karena semua perusahaan punya kewajiban menyalurkan CSR,” tutur Plt Bupati Dede Sembada. 
Kepala BPBD Kabupaten Kuningan Agus Mauludin menjelaskan, banjir dan longsor yang terjadi di Kabupaten Kuningan terjadi pada Kamis (22/2) pukul 18.00-24.00 WIB, akibat curah hujan tinggi.
 "Bencana tersebut tersebar di 14 desa di delapan kecamatan di Kabupaten Kuningan," kata Agus.
Agus mengatakan bencana tanah longsor, terjadi di Desa Cipakem dan Desa Padamulya, Kecamatan Maleber, Desa Pakembangan, Kecamatan Garawangi, dan Desa Sindangjawa Kecamatan Kadugede.
Di Desa Cipakem, Kecamatan Maleber, longsor terjadi di Dusun Cisampih dan Dusun Cigerut, yang membuat akses jalan tertimpa longsoran. Sedangkan longsor di Desa Padamulya, terjadi di Dusun Singkup dan Dusun Cimulya.
"Tak hanya merendam rumah, banjir juga merendam sebuah mushala, satu unit penggilingan padi, dan menyeret tiga unit mobil milik warga," ujarnya.
BPBD Kuningan mengimbau warga untuk terus waspada karena hujan dengan intensitas tinggi masih kerap mengguyur wilayah Kabupaten Kuningan. | (Mus.7.3)

Kamis, 08 Maret 2018

KLARIFIKASI POLRI SOAL LARANGAN MEROKOK DAN MENDENGARKAN MUSIK SAAT MENGEMUDI


MyNews - Jakarta | Kepolisian Republik Indonesia menegaskan bahwa penggunaan global positioning system (GPS), mendengarkan musik dan merokok saat berkendara tidak dilarang selama tidak mengganggu konsentrasi pengendara, atau pihak lainnya.
Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Halim Pagarra menjelaskan bahwa penggunaan GPS baik untuk roda dua dan roda empat bukanlah pelanggaran lalu lintas sebagaimana dimaksud dalam pasal 283 juncto 106 ayat 1 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
"Kemudian yang dikatakan penggunaan handphone di dalam pasal 106, itu yang kemudian memegang handphone pada saat menggunakan satu tangan dan mempengaruhi konsentrasi, itu yang dilarang," kata Halim dalam konferensi pers di Golden Boutique Hotel, Jakarta, Rabu (7/3/2018).

Halim menjelaskan bahwa dalam penjelasan pasal 106 ayat 1 dinyatakan bahwa setiap pengemudi harus menjalankan kendaraanya dengan wajar dan dan penuh konsentrasi.
"Tidak dipengaruhi karena lelah, ngantuk, kemudian memegang handphone, atau video yang dipasang di kendaraan. Ataupun terpengaruh dengan minuman keras dan obat-obatan," ujar Halim.
Hal senada juga diungkapkan oleh Kakorlantas Polri Irjen Pol Royke Lumowa. Royke menegaskan keberadaan Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan diciptakan untuk menjamin keselamatan berlalu lintas.
"Makanya banyak aturan-aturan yang harus dipatuhi dan yang mana yang dilarang, salah satunya adalah yang sedang hot hari ini penggunaan radio atau musik, merokok, menggunakan GPS," ujarnya.
Royke menegaskan para pengandara yang menggunakan ponsel genggamnya menggunakan hands free juga diizinkan.
Penggunaan GPS maupun merokok dalam berkendara juga tidak menjadi pelanggaran, selama tidak membuat pengendara kehilangan kendali atas kendaraannya.

"Yang tidak boleh, sambil nyetir di situ ada GPS di kotak-atik, naik motor main handphone. Di undang-undang tidak melarang merokok, kalau dia lepas tangan satu naik motor itu enggak boleh, harus tangan dua," ujar dia.
Royke menyarankan agar penggunaan GPS telah diatur sejak awal keberangkatan. Apabila ingin mengatur ulang GPS, maka pengendara diharuskan menepi ke bahu jalan atau berhenti di rest area.
Royke juga menjelaskan, mendengarkan musik dalam berkendara juga diperbolehkan. Namun demikian, Royke meminta agar para pengendara tidak mendengarkan lagu dalam volume besar yang dapat mengganggu konsentrasi pengendara, bahkan mengganggu ketertiban umum.
"Tengah malam lewat di perumahan angkot-angkot keras sekali setel musik. Itu enggak boleh. Walaupun pake handsfree kalau terlalu keras, mengganggu fokus pengendara atau pendengaran klakson dari pihak lain," ucapnya. | (Mus.3.3)

Minggu, 18 Februari 2018

PT. CIPAGA MAS APRESIASI KARYAWANNYA DENGAN IBADAH UMROH


MyNews - Karawang | Wujud Perhatian dan Apresiasi PT CIPAGA MAS kepada Karyawan yang sudah mengabdi kepada Perusahaan selama ini dengan menghadiahi dengan Fasilitas Umroh.
Sebanyak 14 Orang karyawan pada tahun ini mendapatkan hadiah umroh, Demikian disampaikan H Jenal Aripin CEO PT Cipaga Mas dalam Acara Halal bil Halal, Jum'at 16 Februari 2018 di Majlis PT Cipaga Mas Kp Waru Desa Wargasetra Tegalwaru Karawang.
Semoga Program ini akan berkelanjutan ditahun-tahun yang akan datang, jenal berharap agar ini menjadi motivasi kepada karyawan lainnya yang belum terpilih.
Rencanya ke 14 orang ini akan berangkat pada hari minggu (18 Februari) dari Bandara Soekarno-hatta Cengkareng Jakarta, Semoga Mereka menjadi "Tamu Alloh" yang Baik dan selama dalam perjalanan diberi keselamatan dan kesehatan sehingga mampu menjalankan aktivitas ibadah Umroh dengan baik dan lancar.
Sepulangnya mereka ke kampung halaman, Semoga membawa keberkahan bagi dirinya, keluarga, dan masyarakat, terutama bagi Keluarga Besar Cipaga Mas, papar Jenal penuh harap. | (Ade.11.2)

Selasa, 13 Februari 2018

JENGUK PELAKU PENYERANGAN GEREJA, BUYA SYAFI'I MAARIF: PERLU BAHASA HATI


MyNews - Sleman | Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif sempat menjenguk Suliono, pelaku penyerangan Gereja Katolik Santa Lidwina, Sleman. Pria yang akrab disapa Buya Syafii tersebut mengaku kunjungan yang dilakukannya memang dalam rangka 'merangkul'.

Pendekatan ini dilakukan sebagai bagian deradikalisasi paham pelaku penyerangan. Buya Syafii mengaku masih yakin pemikiran pelaku penyerangan dapat berubah, salah satunya dengan cara lembut.

"Ya, menurut saya memang perlu bahasa hati ya. Ini, kalau mau dekati orang-orang seperti ini pakai dalil-dalil, mereka mengerti agama. Atau dicari kiai yang paham, yang ilmunya di atas dia," kata Syafii saat dihubungi, Senin (12/2/2018).


Dia melihat penanganan terhadap pelaku penyerangan tak cukup jika hanya dilakukan lewat pendekatan hukum. Pendekatan sosial ekonomi akan membuat proses deradikalisasi lebih efektif.

"Ya, saya rasa begini. Jadi dulu kan lebih banyak ke pendekatan keras hukum, tapi sepertinya tidak efektif. Kalau Kepala BNPT yang sekarang kan pakai pendekatan soft juga, pendekatan sosial ekonomi," ucap dia.

"Macam, jika ada yang sudah dihukum, keluarganya diperhatikan. Seperti yang terjadi di Tenggulun, tempat Amrozi, Ali Gufron, dan sekarang adiknya yang sudah sadar, Ali Fauzi. Kan berhasil tuh. Itu menarik," sambung Buya Syafii.

Buya Syafii mengaku menjenguk Suliono pada Minggu (11/2) kemarin. Hal itu tak lama dilakukannya setelah mendatangi Gereja Lidwina.

"(Menjenguk) Kemarin, saya kan dari gereja. Kemudian pulang ke rumah. Lalu diajak polisi ke RS Bhayangkara. Itu lama, setengah jam di sana. Bersama petinggi polisi, Kapolda ada, Panglima juga ada bersama Kabareskrim Ari Dono," tuturnya.

Gereja Santa Lidwina diserang Suliono yang saat itu membawa pedang saat ratusan umat tengah menjalankan misa, Minggu (11/2). Sejumlah umat mengalami luka-luka akibat sabetan pedang dan harus dilarikan ke rumah sakit, termasuk Romo Prier yang tengah memimpin jalannya misa.

Pelaku berhasil dilumpuhkan oleh seorang anggota Polsek Gamping, Aiptu Munir dengan menembak kedua kakinya. Aiptu Munir sendiri juga menjadi korban karena sempat diserang pelaku.  |(Mtp.13.2)

Jumat, 02 Februari 2018

CARA BLOKIR STNK AGAR TIDAK KENA PAJAK PROGRESIF

MyNews - Jakarta | Banyak kasus masyarakat kaget karena harus membayar pajak mobil atau sepeda motor dengan nominal yang cukup besar. Padahal, hanya punya satu kendaraan di rumah, tetapi kena pajak progresif.
Setelah dicari tahu, ternyata mobil atau motor yang sudah dijual masih atas nama atau alamat sama. Jika sudah seperti itu, Anda harus segera melakukan pemblokiran ke Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat).
Berdasarkan aturan per 1 Juni 2015 pengenaan pajak progresif berdasarkan pada alamat. Kebijakan itu tertuang dalam Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 2 Tahun 2015.
Jadi, motor atau mobil akan dikenakan pajak progresif bila alamat pemiliknya memiliki kesamaan dengan alamat wajib pajak yang telah terdaftar.
Kasi STNK Subdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Bayu Pratama menjelaskan, untuk melakukan pemblokiran cukup mudah. Setelah tiba di Samsat, bisa langsung datang ke bagian blokir progresif.
"Tetapi harus ke Samsat di mana kendaraan terdaftar," ucap Bayu kepadaKompasOtomotif melalui pesan singkat, Kamis (1/2/2018).
Persyaratan yang harus dibawa pemohon, lanjut Bayu cukup melampirkan Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP), serta mengisi formulir permohonan blokir kendaraan.
"Prosesnya juga tidak lama, hari itu diblokir, langsung tidak dikenakan pajak progresif," kata dia.
Nah, jadi apabila Anda pernah penjual mobil atau motor sebaiknya melakukan blokir di Samsat, agar tidak kena pajak progresif ketika membeli kendaraan baru. | (Mtf.2.2)

DUA BEGAL TEWAS DI TELUKJAMBE KARAWANG SETELAH BERUSAHA MELAWAN PETUGAS

MyNews - Karawang | Dua begal ditembak mati oleh aparat Polres Karawang berinisial A dan O. A dan O ditembak mati di Jalan Konsorsium Telukjambe Barat, Karawang pada Selasa (30/1/2018) dini hari. Keduanya merupakan residivis asal Bekasi.
Kapolres Karawang AKBP Hendy Febrianto Kurniawan mengatakan, begal itu ditembak mati lantaran berusaha melawan ketika ditangkap dan membahayakan nyawa petugas dan orang di sekitar.
"Saya sudah memerintahkan jajarannya untuk tidak ragu melakukan tindakan tegas terukur jika membahayakan jiwa petugas," kata Hendy di Instalasi Forensik RSUD Karaeang, Rabu (31/1/2018) sore.
Kasat Reskrim Polres Karawang AKP Maradona Armin Mappaseng mengatakan, saat itu, petugas menyamar menjadi karyawan pabrik yang tengah pulang bekerja malam. Sebab, kebanyakan korban begal di Karawang merupakan karyawan yang pulang bekerja malam.
"Keduanya ditembak petugas lantaran saat akan ditangkap berusaha melawan petugas dengan pisau sejenis sangkur dan golok. Ini membahayakan petugas sehingga kami melakukan tindakan tegas terukur. Keduanya tewas saat dalam perjalanan menuju RSUD Karawang," katanya.
Kapolsek Telukjambe timur Iptu Hassanudin mengaku telah mengincar kelompok ini sejak setahun lalu.
Petugas Polsek Telukjambe Barat hampir menangkap mereka pada Senin (29/1/2018) malam. Keduanya kepergok saat sedang transaksi jual beli motor curian di wilayah Telukjambe Barat. "Tapi saat itu kedua pelaku melarikan diri," ungkap Hassanudin. | (Mus.1.2)

v
Sumber: Kompas.com

Senin, 29 Januari 2018

KARTU TANI DI KARAWANG, DI DISTRIBUSIKAN

MyNews - Karawang | Antusias dan Kegembiraan Tergambar diraut wajah Para Petani di Kabupaten Karawang  dalam kegiatan Pendistribusian Kartu Tani, salah satunya yang dilaksanakan di Kantor UPTD Pertanian & Peternakan Kecamatan Pangkalan Karawang, Senin tanggal 29 Januari 2018.
Sebanyak 2813 Petani Sekecamatan Pangkalan yang berhak mendapatkan Kartu Tani, Demikian Penjelasan Uday Sudrajat Koordinator Penyuluh Pertanian di UPTD Kec Pangkalan.
Ini di bagikan 3 tahap, untuk tahap 1 sebanyak 931 Kartu untuk Petani di Desa Medalsari, Cintaasih, dan Jatilaksana. Tahap 2 sebanyak 937 untuk Petani Desa Taman Sari, Cipta Sari dan Mulang Sari. Tahap ketiga sebanyak 945 untuk petani didesa Kerta Sari dan Taman Mekar, Papar Uday
Kartu Tani ini diperuntukan untuk membeli Pupuk untuk Pertanian di distributor dan Agen-agen Pupuk yang ditunjuk oleh Dinas sebagai penyalur pupuk yang disubsidi pemerintah dan harganya sudah ditentukan.
Disamping Kartu Tani ini dilengkapi dengan Buku Tabungan Bank Mandiri serta No PIN Muiler, Tambah Uday.

Terimakasih Pa Jokowi Atas Program dan Perhatiannya kepada Petani" cetus Enif salah seorang Petani penerima Kartu Tani, Senyum sumringah tergambar di wajahnya yang cerah. Moga ini bisa membantu Kami Para Petani dan meringankan biaya tanam Padi, tambah Enif, disela-sela menunggu antrian Panggilan Petugas. | (Ade.23)

Kamis, 25 Januari 2018

TUKANG BECAK MENANGIS TIDAK MAMPU BAYAR IURAN KOMPUTER ANAKNYA

MyNews -Blora | Muhaimin (39), warga Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, tak kuasa menahan air matanya saat mengadu ke kantor Sekretariat Dewan Pendidikan Kabupaten Blora, Rabu (24/1/2018).
Sebagai wali murid, tukang becak itu mengaku keberatan dengan beban biaya yang harus ia tanggung untuk membayar iuran pengadaan komputer sebagai fasilitas penunjang Ujian Nasional Berbasis Komputer di SMP Negeri 5 Blora.
"Jujur saya sangat kelimpungan setelah anak saya meminta uang Rp 300.000 untuk iuran itu. Utang sana sini tidak dapat hasil padahal paling lambat Februari. Berapa sih penghasilan tukang becak seperti saya di zaman modern ini? Bisa makan saja, kami sudah bersyukur," kata Muhaimin sambil menitikkan air mata.
Muhaimin sendiri tak menyangka bahwa ternyata membutuhkan biaya yang tinggi untuk menyekolahkan anak semata wayangnya itu di sekolah milik pemerintah. Semula, ia berharap besar akan memperoleh keringanan biaya menyusul anaknya itu termasuk siswi yang berprestasi.

Dugaan pungli
Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Blora, Singgih Hartono, mengatakan, iuran pembelian komputer yang dibebankan kepada wali murid SMPN 5 Blora dan SMPN lainnya di Blora telah melanggar Undang-undang Pendidikan Nasional yang diimplementasikan ke Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 75 tahun 2016.
"Dengan dalih menunjang UNBK, sebanyak 600-an siswa kelas 7, 8 dan 9 di SMPN 5 Blora diminta iuran Rp 300.000 guna membeli komputer. Penarikan sejumlah uang di luar ketentuan, namanya pungutan liar atau pungli. Ini merusak program nawacita Presiden Joko Widodo tentang pendanaan dan penyelenggaraan pendidikan," tegasnya. | (Mus.20.1)


Sumber: kompas.com

Rabu, 24 Januari 2018

BERAS RASTRA GRATIS


MyNews - Karawang | Kabar gembira bagi Keluarga kurang Mampu yang masuk dalam daftar BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) yang berhak menerima Beras akan mendapatkan bantuan berupa beras sebanyak 10kg secara cuma-cuma Alias Gratis.
Rastra (Beras Sejahtera) ini akan disalurkan dalam waktu dekat, akhir bulan Januari dan disalurkan melalui desa-desa, demikian disampaikan oleh Ka. Seksi Kesejahteraan Sosial Kec. Pangkalan Romli SKM, Pada Acara Rapat minggon Kecamatan Pangkalan yang diselenggarakan di Aula Desa Medalsari, Selasa 23 Januari 2018
Sebanyak 2979 KPM seKecamatan  yang berhak menerima beras masing-masing 10 kilogram atau setara 29790 kg. Hal yang sama disampaikan oleh Camat Pangkalan Usep Supriatna, AP.MSi agar Pendistribusiannya tepat sasaran tidak terjadi penyimpangan, Apalagi di perjual-belikan karena sangsinya berat yaitu denda 10jt dan kurungan 2 tahun, demikian paparan usep.
Pembagian Beras ini adalah pengganti sebelum kedepan menjadi Bantuan Pangan Tunai, karena pendataan dan pemberkasannya belum selesai, apabila selesai maka para penerima bantuan akan menerima kartu dan buku rekening.
Disamping menyampaikan perihal Rastra, usep juga melakukan pembinaan dan pengarahan agar aparatur pemerintah desa melaksanakan tugas-tugas pokoknya, penyelesaian PerDes-PerDes dan Lain-lainnya.
Acara yang dihadiri oleh Aparatur Pemerintah Desa, dari 8 desa sekecamatan Pangkalan diakhiri dengan makan duren bersama.
| (Ade.18.1)

Rabu, 03 Januari 2018

TRUK PENGANGKUT BARANG TERPEROSOK DI TANJAKAN LOJI - KUTAMANEUH

MyNews - Karawang | Maksud hati memotong perjalanan dan menghindari larangan jalan dari DisHub dan Polri jelang pergantian tahun 2018 terhitung tanggal 31 desember 2017 dan 1 januari 2018 sebuah kendaraan besar mengalami kecelakaan tunggal, terperosok di bahu jalan Akibat badan jalan yang sempit.
Tepatnya di jalur loji - Kutamaneuh  persis di tanjakan belakang kantor Desa Kutalanggeng kampung Palasari Kecamatan Tegalwaru Kabupaten Karawang, minggu 31 Desember 2018.
Akibatnya menimbulkan kemacetan atau Antrian kendaraan terutama truk-truk pengangkut batu dan bambu serta kendaraan besar lainnya, hanya mobil kecil dan motor yang bisa melintas.
Beruntung tidak ada korban dalam kecelakaan ini, sebut aja Asep sang supir ketika di wawancarai team mynews di lokasi kejadian, "ah sial, rek motong jalan malah cilaka" dalam bahasa sunda yang kental.
Asep bermaksud mengantarkan barang ke karawang dari bandung, menghindari razia cari jalur tikus malah celaka.
Akibatnya sudah berhari-hari menunggu mobil derek dari pool, entah kapan datangnya. | (Ade.3.1)

PEDAGANG BLOK G TANAH ABANG AKAN DIPINDAHKAN KE LAHAN MILIK HAJI LULUNG

MyNews -Jakarta | Pasar Blok G Tanah Abang, Jakarta Pusat, akan dibongkar dan dibangun kembali oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Namun, Pemprov DKI Jakarta melalui PD Pasar Jaya telah menyiapkan tempat penampungan sementara untuk para pedagang Blok G.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, selaku pengelola Pasar Tanah Abang, PD Pasar Jaya telah memiliki opsi untuk menggunakan lahan milik Wakil Ketua DPRD DKI Abraham Lunggana, atau yang biasa dipanggil Lulung, sebagai tempat penampungan sementara pedagang.
"Salah satu opsi memang milik Pak Haji Lulung," kata Sandiaga di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (2/1/2018).
Meski begitu, Sandiaga tidak menjawab ketika ditanya apakah Pemprov DKI membayar uang sewa kepada Lulung terkait lahan tersebut.

"Pokoknya kita tidak ingin menghadirkan satu solusi yang akhirnya menghantam para pedagang kecil," ucap Sandiaga.
Menurut Sandi, menyediakan lahan sementara untuk para pedagang Blok G adalah salah satu upaya untuk menggerakan roda perekonomian masyarakat kecil.
Selain itu, kata Sandiaga, pedagang memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap penerimaan pajak daerah.
"Pencapaian pajak tadi juga banyak dari pedagang kecil jadi kita ingin solusinya juga mereka tetap memiliki kesempatan," kata Sandi. | (Mus.6.1)

Sumber: kompas.com

Selasa, 02 Januari 2018

BUNG HATTA DAN ASAL-USUL NAMA INDONESIA


MyNews | Separuh tulisan ini "menjiplak" milik Mohammad Hatta. Betul, Hatta yang proklamator Indonesia, alias Bung Hatta, juga setengah penggalan nama dwi-tunggal Soekarno-Hatta.
Jadi, jangan sampai nanti ada yang bilang bahwa tulisan ini plagiarisme ya. Sudah ada pengakuan di depan, kalaupun sejumlah kalimat tak lagi dirasa perlu diutak-atik dari milik Hatta.
Pada 8 Desember 1928, tulisan Hatta yang mengungkap sejarah panjang asal-usul nama Indonesia terbit di De Socialist edisi Nomor 10. Media ini beredar di Belanda, tempat Hatta pernah bersekolah.
Judul dan isi tulisan Hatta itu aslinya menggunakan bahasa Belanda. Baru pada 1980 artikel tersebut diterjemahkan dan diterbitkan kembali oleh Yayasan Idayu.
Berikutnya, Penerbit Buku Kompas memunculkan lagi artikel itu pada 2015. Judul yang dipasang adalah "Tentang Nama Indonesia", satu dari 36 tulisan dalam buku “Mohammad Hatta: Politik, Kebangsaan, Ekonomi (1927-1977)".
Tulisan tersebut merupakan tangkisan tajam Hatta terhadap sejumlah orang dan kelompok yang menyatakan ketidaksukaan pada nama Indonesia.
"Hanya mereka yang keberatan terhadap kemerdekaan segera Indonesia mencap (buruk) nama tersebut, yang mengandung gagasan kemerdekaan sebagai 'kata yang mengerikan'," kecam Hatta  menjelang akhir tulisan tersebut.

Kewilayahan dan etnologis
Runut, renyah, sekaligus tajam, Hatta bertutur soal sejarah nama Indonesia. Pertama, dia mengoreksi kredit yang sempat dilekatkan kepada orang Jerman bernama Adolf Bastian soal asal-usul penamaan ini.
Bastian, Guru Besar Etnologi di Universitas Berlin kelahiran  1826 dan meninggal pada 1905 memang punya andil besar mengenalkan nama Indonesia. Tepatnya, sejak dia menggunakan nama itu bagi penyebutan wilayah di Kepulauan Nusantara dalam artikel berjudul "Indonesien order die Inseln des malayischen Archipels" pada 1884.
Sejak itu, tulis Hatta, Indonesia jadi lazim dipakai dalam ilmu pengetahuan, terutama dalam ilmu bangsa-bangsa dan ilmu bahasa.
Namun, lanjut Hatta, penelitian Kreemer yang kemudian ditulis dalam "Kolonialiaal Weekblad" terbitan 3 Februari 1927, menyebutkan asal-usul nama Indonesia sudah lebih tua lagi.
Menurut Kreemer, nama Indonesia sudah dipakai ilmuwan Inggris bernama JR Logan pada 1850. Penamaan itu bisa ditemukan dalam artikel Logan berjudul "The Ethnology of the India Archipelago" dalamJournal of the Indian Archipelago and Eastern Asia.
Kalau mau ditelisik lebih lanjut, ungkap Hatta, penyebutan mendekati kata "Indonesia" sudah lebih dulu lagi dimunculkan oleh GW Earl, ilmuwan Inggris juga. Bedanya, Earl menggunakan terminologi "Indunesians" dan "Malayunesians", sebagai penyebut untuk penduduk yang tinggal di kawasan yang sama.
Bila Earl menyatakan kata "Indunesians" hanya dalam arti etnologis, tulis Hatta, Logan memberikan pada kata Indonesia suatu pengertian geografis murni untuk menyebut kepulauan yang sekarang masuk wilayah Indonesia.
“Sekalipun dia (Logan) bukan penganjur penambahanpenamaan-penamaan Yunani, dia sama sekali tidak berkeberatan terhadap nama Indonesia, yang bagi orang Eropa bernada Yunani, karena menurut pendapatnya kata nusa (pulau) yang berasal dari bahasa Melayu itu mungkin sama tuanya dengan kata nesos Yunani,” papar Hatta.

Arti politik
Dalam artikel tersebut, Hatta pun menjabarkan runutan penggunaan nama Indonesia untuk tujuan politik. Menurut dia, nama Indonesia sudah terus dipakai oleh Perhimpunan Indonesia sejak 1922.
Indonesia, lanjut Hatta, juga resmi dipakai oleh Gerakan Perdamaian Internasional Sipil, untuk merujuk wilayah yang waktu itu disebut Belanda sebagai Hindia Belanda.
“Bagi kami orang Indonesia, nama Indonesia mempunyai arti politik dan menyatakan suatu tujuan politik. Dalam arti politik karena dia mengandung tuntutan kemerdekaan, bukan kemerdekaan Hindia-Belanda melainkan kemerdekaan Indonesia dari Indonesia (Indonesisch Indonesie),” ungkap Hatta.
Dia pun menjelaskan, penamaan Indonesia juga menyatakan suatu tujuan politik. “Karena dia melambangkan dan mencita-citakan suatu Tanah Air di masa depan dan untuk mewujudkannya tiap orang Indonesia akan berusaha dengan segala tenaga dan kemampuannya,” tegas dia.
Tambahannya, Hatta menyebut bahwa pada saat tulisannya itu terbit sudah tak ada lagi satu pun koran Indonesia yang memakai kata Hindia Belanda sebagai terjemahan harfiah dari Nederlands-Indie.
Penjelasan lebih lanjut Hatta soal arti politik penamaan Indonesia, dimuat dalam artikel terpisah yang terbit di Indonesia. Dalam buku terbitan Penerbit Buku Kompas, artikel itu dimuat menggunakan judul Sekitar Perjuangan untuk Indonesia, dari tulisan Hatta yang dimuat pada 1929 di Indonesia Merdeka.
Jadi, salah besar ternyata bila ada yang mengira nama Indonesia baru muncul saat Sumpah Pemuda pada 1928 apalagi baru dalam naskah proklamasi kemerdekaan yang dibacakan Soekarno dan Hatta pada 17 Agustus 1945. | (Mus.2.1)

Senin, 11 Desember 2017

PERJUANGAN SEORANG USTADZ BANGUN PONDOK PESANTREN UNTUK YATIM & JOMPO

MyNews - Bogor | Selama tiga hari belakangan ini, setiap pagi, suasana di Desa Mampir, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, terasa lebih dingin.
Cuaca kerap gerimis dengan embusan angin dingin yang menyelinap melalui jendela dan menusuk pori-pori kulit.
Saat itu, Selasa (17/1/2017) pukul 07.00 WIB, saya duduk di kursi kayu depan rumah di Desa Mampir.
Di ujung jalan, saya melihat Abah Asep menenteng bambu panjang yang sudah dibelah untuk memperbaiki saluran air tetangga.
Abah Asep adalah seorang tukang bangunan yang membangun Pondok Pesantren Darussyifa. Dia bekerja dibantu Ustaz Agus Sofyan, santri dan sejumlah warga.
Saat sedang libur dari pekerjaannya membangun pondok, Abah biasanya bekerja di tempat lain, atau pulang kampung ke Cianjur.
Melalui Ustaz Agus, saya menjadi tahu bahwa Abah Asep sedang semangat-semangatnya mengerjakan pembangunan pondok. Padahal, dia sudah lama tidak mendapat upah.
"Katanya (Abah) pengen cepet-cepet naik (masang atap)," ucap Ustaz Agus yang akrab disapa Pak Ustaz ini.
Menurut Ustaz Agus, Abah Asep makin bersemangat bekerja membangun pondok karena beberapa hari lalu ada kiriman material dari Yayasan Putri Bungsu. Bantuan itu datang pada waktu yang pas saat pengerjaan pondok terhenti beberapa hari karena kehabisan material.
Saat ini, pembangunan pondok pesantren memang masih bergantung pada bantuan orang lain sehingga ketersediaan material sulit diprediksi.
Untuk makanan tukang pun kadang mengandalkan singkong yang ditanam di dekat lahan pondok, atau menu kiriman dari warga.

Tapi segala keterbatasan itu tak menyurutkan semangat Abah dan lainnya untuk membangun pondok. Semua yang terlibat dalam pembangunan pondok menjalaninya dengan penuh ikhlas.
Pembangunan pondok tersebut digagas Ali Wijaya dan Ustaz Agus. Informasi mengenai rencana pembangunan pondok tersebar dari mulut ke mulut, sampai sumbangan mulai terkumpul.
Pembayaran lahan dicicil dari hasil urunan mulai Januari 2016 dengan harga Rp 350.000 per meternya. Dari luas 300 meter persegi, saat ini pembayaran lahan tersisa sekitar Rp 16 juta.
Lalu medio Oktober-November 2016, penjual tanah menambah kelonggaran waktu melunasi pembayaran lahan. Itu artinya, sumbangan yang terkumpul sementara bisa dialihkan untuk memulai pembangunan pondok.
Pertengahan November 2016, pembangunan dimulai dengan anggaran hanya sekitar Rp 5 juta.
Seorang pendeta yang akrab disapa Pak Jhon lalu datang menyumbang keahlian menggambar denah bangunan.
Ada juga warga lain yang menyumbang mesin pompa air, menyumbang jasa menggali sumur, bambu, kayu, keramik dan genteng bekas, serta lainnya.
Dari sumbangan-sumbangan itu, pembangunan pondok bisa berjalan selangkah demi selangkah.
Kini, pembangunan sudah berlangsung sekitar tiga bulan. Di atas lahan pondok sudah berdiri dua kamar mandi, satu tempat cuci dan satu gudang yang ke depannya berfungsi menjadi dapur.
Tempat mengaji dan kamar juga sudah mulai berbentuk, tetapi atapnya belum tertutup, dindingnya masih setengah.
Ustaz Agus dan santri-santrinya berharap pondok bisa segera digunakan untuk mengaji, syukur-syukur bisa untuk kegiatan Rajaban nanti.

Untuk yatim dan jompo
Sesuai namanya, Pondok Pesantren Darussyifa kelak menjadi tempat mengaji dan tinggal anak-anak yatim piatu serta orangtua jompo.
Tidak ada pungutan biaya untuk siapa saja yang ingin belajar dan tinggal di pondok tersebut.
Saat ini, sekitar 10 santri dewasa dan belasan anak-anak masih mengaji di rumah kontrakan Ustaz Agus yang lokasinya tidak jauh dari pondok, di Perumahan Griya Cileungsi 5, Kacamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor.
Ustaz Agus berprinsip, meski tak mendapat bayaran tetap, yang penting anak-anak mau mengaji dan mendapatkan waktu bermanfaat.
Seringkali, para santri dewasa yang mengaji kitab kuning di malam hari sampai tidur di teras kontrakan Ustaz Agus karena keterbatasan tempat menginap.
"Nanti, kalau sudah jadi, pondok pesantren ini mudah-mudahan jadi obat dari semua penyakit," kata Pak Ali. | (Mus.14.12)




Sumber: kompas.com

Senin, 04 Desember 2017

BUPATI PURWAKARTA SURUH ANAKNYA BERMALAM MINGGUAN DI RUMAH JANDA




MyNews - Purwakarta | Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menyuruh anak sulungnya, Ahmad Habibie Bungsu Maula Akbar (18) berkunjung sekaligus bermalam mingguan ke rumah seorang janda bernama Yati (49), warga Gang Nusa Indah IV, Kelurahan Nagri Kaler, Purwakarta, Sabtu (2/12/2017) malam.

Maula, sapaan anak sulungnya, tak canggung bercengkrama dengan janda enam anak tersebut yang mengisahkan seluruh kesulitan hidupnya selama ini.

Diketahui bahwa anak kedua ibu tersebut, Ilham (16), membutuhkan biaya untuk membayar tunggakan biaya sekolah di SMK dan terancam tidak bisa mengikuti ujian di sekolahnya.

Selama ini, Yati masih membiayai kelima anaknya yang masih bersekolah, sedangkan anak pertamanya sehari-hari mengais rezeki menjadi seorang pengamen.

“Ini kisah tentang kidz zaman now yang tadi malam bermalam mingguan di rumah seorang janda setengah tua,” ujar Dedi Mulyadi pada Minggu (13/12/2017).

Maula mendapatkan tugas khusus dari sang ayah untuk memberikan bantuan biaya sekolah kepada anak kedua janda tersebut yang terancam tak bisa ikut ujian. Tunggakan SPP dan biaya UTS sebesar Rp 4.775.000 diserahkan langsung ke rumah janda tersebut sembari mendengarkan seluruh keluh kesah ibu tersebut.

Maula yang ditularkan kebiasaan ayahnya memberikan bantuan kepada warga miskin tersebut merasa terharu mengetahui salah satu pekerjaan ayahnya langsung sebagai kepala daerah seperti ini.

"Saya bangga memiliki ayah sebagai kepala daerah, salah satunya selalu memberikan bantuan kepada warga miskin yang sangat membutuhkan," kata Maula.

Kondisi Ilham awalnya diketahui oleh Dedi karena adiknya, Intan (14) yang nekat mencegat orang nomor satu di Purwakarta itu saat meninjau rumah tidak layak huni di lokasi yang sama sehari sebelumnya.

Sembari menangis, Intan bercerita bahwa Ilham terancam tidak bisa mengikuti ujian di salah satu SMK swasta di Purwakarta karena belum membayar tunggakan biaya sekolah.

“Terima Kasih kepada Pak Bupati, bantuannya sudah diterima tadi malam. Besok (Senin) kakak saya bisa ikut ujian di sekolahnya,” kata Intan.
\
Sejak SMA dan SMK sederajat diambil alih kewenangannya oleh Provinsi Jawa Barat dari pemerintah kabupaten/kota, banyak orangtua yang protes ke bupati Purwakarta karena harus membayar kembali biaya sekolah.

Padahal, sebelum diambil alih kebijakan tersebut, sekolah tingkat atas di Purwakarta tersebut tidak dipungut biaya apapun alias gratis.  | Mus Betrik-L..6

Editor               : Burhanuddin AR
Pengunggah   : Mustapid

Jumat, 01 Desember 2017

STUNTMAN DEMIAN ADITYA MASIH DIRAWAT DI ICU SETELAH KECELAKAAN DI ACARA SCTV


MyNews - Jakarta | Kondisi Edison Wardhana belum stabil meskipun dia sudah sadar. Edison merupakanstuntman Demian Aditya dalam aksi The Death Drop yang ditampilkan di SCTV Awards 2017 pada Rabu (29/11/2017).
Hal itu diungkap seorang teman Edison yang sudah menjenguk di rumah sakit pada Kamis (30/11/2017).
"Sudah sadar tadi siang, tapi masih di ruang ICU. Kondisi masih belum stabil, pendarahannya banyak kemarin," kata pria yang enggan disebut namanya itu kepada Kompas.com, Kamis malam.
Dia menambahkan, pria yang akrab disapa Echon itu sudah menjalani sejumlah tindakan medis untuk luka-luka yang dialaminya dalam kecelakaan tersebut. Satu di antaranya operasi untuk menghentikan pendarahan.
"Paru-parunya sudah dijahit. Sebagian paru-paru kiri dipotong, tetapi masih bisa bernapas normal," kata teman Edison itu.
Menurut dia, diperlukan waktu sekitar dua hingga tiga minggu bagi Edison untuk pemulihan.
"Di atas pantat banyak jaringan otot yang rusak. Tadi baru dijahit sebagian kecil saja dan dibikin lubang kecil untuk menghabiskan darah yang menggumpal," lanjut teman Edison.
Ia mengatakan belum mengetahui kondisi kaki Edison karena masih digips. "Sekarang tim dokter menunggu kondisi Echon stabil dulu, baru bisa melakukan tindakan selanjutnya," kata dia.
Sebelumnya diberitakan, Edison Wardhana mengalami kecelakaan ketika menjadistuntman Demian Aditya dalam aksi Death Drop.
Dalam aksi tersebut, Demian yang diikat dimasukkan ke dalam peti yang kemudian dijatuhkan. Penonton televisi melihat peti itu jatuh dari ketinggian. Namun, Demian justru muncul panggung yang berada di dalam studio.
Belakangan diketahui bahwa di dalam peti kayu tersebut masih ada orang, yakni Edison Wardhana.
Sampai berita ini diterbitkan, Kompas.com masih berusaha mendapatkan konfirmasi dari Demian dan SCTV. | (Mus.2.12)

Kamis, 23 November 2017

LOGO BNN DILARANG DICANTUMKAN UNTUK DAGANG ROKOK ELEKTRONIK

VAPE MEREBAK. Rokok elektronik (VAPE) telah merebak dikonsumsi oleh remaja.(fb)
Kamis, 23 November 2017.

MyNews – Jakarta | Logo Badan Narkotika Nasional (BNN) dilarang keras dicantumkan untuk keperluan perdagangan rokok elektronik. Larangan itu berlaku khususnya bagi seluruh gerai toko, iklan distributor, maupun toko rokok elektronik.

Kepala BNN, Drs. Budi Waseso, menerbitkan larangan tersebut pada 20 November 2017 melalui Surat Edaran No.: SE/123/XI/KA/PC.01/2017/BNN.

Ada tiga rujukan diterbitkannya larangan itu. Pertama, Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.Kedua, Peraturan Presiden No. 23 Tahun 2010 tentang Badan Narkotika Nasional. Ketiga, Peraturan Kepala Badan Narkotika Nasional No. 7 Tahun 2017 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Kepala Badan Narkotika Nasional No. 3 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten/Kota (BNNK).

Berdasar rujukan itu, Kepala BNN memeberitahunan kepada para Kepala BNNP maupun BNNK untuk tidak melakukan pencantuman logo BNN pada gerai toko, iklan distributor, maupun toko rokok elektronik (VAPE).

Begitu juga larangan diberlakukan bagi distributor dan toko, baik di dalam ruangan maupun di dalam berbagai bentuk iklan. Dan apabila terbukti mereka memasang logo BNN tanpa seizin BNN, Kepala BNN yang terkait hendaknya memberikan teguran keras dan/atau diproses hukum sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Menurut Budi Waseso, surat edaran yang diterbitkannya itu bersifat sebagai perintah untuk dilaksanakan, dan sebagai pedoman untuk melaksanakan pengawasan penyelenggaraan program P4GN di masing-masing wilayah provinsi, kabupaten maupun kota.

Sebagaimana telah umum diketahui, di tengah-tengah masyarakat telah dipasarkan produk rokok elektronik yang dipopulerkan dengan sebutan VAPE.

Zainul Mustofa
Rokok spesies baru non tembakau itu berbahan suatu cairan, dengan citra rasa dan aroma bermacam-macam. Cara pakainya, cairan itu dimasukkan dalam suatu tabung kecil pada sebuah pipa bertenega baterai. Pipa diisap maka konsumen dapat menikmati asap selazim merokok kretek.

Info yang berkembang, rokok elektronik semakin banyak penikmatnya. Bahkan, kalangan remaja dan siswa sekolah dasar pun sudah mulai ada yang mengonsumsi. Sementara itu oleh banyak pihak sudah mengkhawatirkan bahwa teknik merokok elektronik rentan tersusupi disalahgunakan untuk mengonsumsi  narkoba.

“Oleh karena itu selain saya sepakat terhadap adanya larangan penggunaan logo BNN itu, juga akan lebih senang jika produksi dan peredaran rokok elektronik diawasi ketat,” kata Drs. Zainul Mustofa, MPd.I, seorang guru Aparat Sipil Negeri (ASN) yang sedang dinas di SDN 10 Jakarta Timur, kemarin.| sba alqudsy – K.06

Editor                     Burhanuddin AR
Pengunggah       : Mustapid 

Selasa, 24 Oktober 2017

SMPN 04 KOTABARU KIRIM BANTUAN UNTUK ROHINGYA

MyNews - Karawang | Bentuk solidaritas untuk korban kekerasan yang menimpa etnis rohingya di myanmar terus mendapatkan perhatian dari berbagai kalangan, termasuk siswa dan guru dari SMPN 04 Kotabaru Kec. Kotabaru Kab. Karawang Jawa Barat.  Kepala Sekolah SMPN 04 Kotabaru Suhardi S.pd Mengatakan bahwa pihak sekolah telah memberikan sumbangan sebanyak 24 dus mie instan melalui organisasi PGRI Kab. Karawang.
Kegiatan kemanusiaan ini awalnya di gagas oleh para murid yang peduli dengan sesama. Kegiatan seperti ini sangat bagus untuk melatih kepedulian siswa terhadap lingkungannya terhadap sesama manusia. Menurut salah seorang murid bernama Yuli mengatakan bahwa dia dan teman-temannya menggalang bantuan untuk korban rohingya. Para pelajar ini merasa sangat prihatin dengan kondisi para korban. Diharapkan bantuan ini bisa bermanfaat, setidaknya sedikit membantu meringankan penderitaan para korban.
Ditempat yang sama wakasek bidang kesiswaan Memed Nuhdianasir S.PdI mengatakan, diharapkan dengan adanya bantuan dan do’a dari SMPN 04 Kotabaru tersebut dapat meringankan beban korban rohingya. Melalui kebersamaan kami juga harapkan bisa memberikan semangat bagi para korban rohingya sehingga masalah yang tengah dihadapi bisa segera teratasi. (Toto.15.10)

Senin, 23 Oktober 2017

MAJLIS TA'LIM AL-HIKMAH PERUM GRIYA PERMAI SANTUNI ANAK YATIM DAN DHUAFA

MyNews - Karawang | Majlis ta'lim Al-Hikmah Perum Griya Permai khususnya Blok C Dusun Karang Salam Desa Pucung Kecamatan Kotabaru Kabupaten Karawang  Jawa Barat mengadakan kegiatan santunan anak yatim dan kaum dhuafa. Ketua majlis ta'lim Ibu Nurjanah mengatakan bahwa kegiatan tahunan ini diperingati setiap tanggal 10 muharram dan sudah rutin dilaksanakan sejak tahun 2002. Pada tahun 2017 ini jumlah anak yatim yang mendapat santunan meningkat dari tahun sebelumnya. Tahun ini  santunan yang diberikan sebanyak 113 anak yatim dan kaum dhuafa mencapai 52 orang. 
Lebih lanjut ibu Nur Janah memaparkan, Kami dari Majlis Ta'lim Al-Hikmah ingin mengajak masyarakat untuk memperimgati 10 muharram sebagai syiar islam sehingga menambah pengetahuan dan wawasan tentang makna 10 muharram serta mengajak masyarakat untuk berbagi dengan anak yatim dan kaum dhuafa.
Santunan bingkisan sembako, snack dan juga berupa uang. Dana santuanan didapat dari ibu-ibu majlis ta'lim dan donatur yang ada di Perum Griya Permai khususnya blok C.
Majlis ta'lim Al-Hikmah dalam acara ini juga mengundang Ustadz Permadi Mustofa untuk memberikan ceramah agama kepada umat muslim yang hadir. Nampak hadir  juga Ustadz Sya'roni, ketua RT 05 dan bendahara ibu Ade Sumiati.
dalam ceramahnya Ustadz Permadi Mustofa menjelaskan bahwa anak yatim adalah anak-anak yang kehilangan sosok yang mencarikan nafkah bagi mereka. Bahkan mereka kehilangan sosok yang membimbing mereka sebelum mengenal apa-apa.  Mereka adalah orang-orang  yang benar-benar membutuhkan pertolongan dan kasih sayang kita. | (Toto S. 14.10)

ANGGOTA POLISI ACEH RELA JUAL MOTOR DEMI BANGUN RUMAH KAKEK TUA


MyNew - Bireun | Seorang anggota polisi di Aceh, Bripka Deni Putra ramai diperbincangkan netizen dan warga di Kabupaten Bireun, Aceh. Dia rela menjual motornya untuk membantu seorang kakek membangun rumah layak huni.

"Dijual cepat klx 2016 tipe BF SE kondisi fit tujuan jual untuk didonasikan pada pembuatan rumah masyarakat di desa pulo teungoh kec. makmur.. serius inbox.. boleh tukar dengan barang bangunan senilai 30jt.., " tulis Deni dalam status facebooknya Deni Putra, Jumat, (20/10).

Dalam statusnya itu, Deni juga mengunggah foto sepeda motor trail hijau yang akan dijualnya. Ada juga foto dirinya bersama kakek pemilik rumah tak layak huni yang akan dibantunya. Saat berita ini ditulis, status itu disukai 917 netizen, dan mendapat 182 komentar, serta sudah 241 kali dibagikan.

"Insyaallah, waktu dekat ini akan saya bangun rumah warga miskin tersebut walau cuma berukuran 4X6, tapi setidaknya bisa buat bapak itu berteduh," kata Deni kepada detikcom, Minggu (22/10/2017).

Deni menjelaskan rumah tak layak huni yang akan diperbaikinya itu milik Usman, pria berusia 65 tahun. Sejak berpisah dengan istri dan seorang anaknya, Usman tinggal seorang diri di gubuknya di Desa Pulo Tengeh, Kecamatan Makmur, Bireun. 

Gubuk itu dibangun di atas tanah hasil bagi keluarganya (warisan). Deni berharap bisa segera terjual, sehingga cita-citanya untuk membangun rumah Usman terkabul. Sebab, menurut cerita Usman, rumah itu sering bocor kalau hujan turun.| (Mus.2.10)


sumber: detik.com



Ad Placement