Mustikayasa News: Sosial Budaya
Tampilkan postingan dengan label Sosial Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosial Budaya. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 Mei 2018

TERNAK KERBAU "TERABAIKAN" DITENGAH GALAKAN SWASEMBADA SAPI


MyNews -  Karawang  | Program Swasembada Sapi yang terus digenjot oleh Kementrian Pertanian dengan Program Bagi-bagi Sapi untuk kelompok Peternak dan Program OpSus SIWAB (Operasi Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting) Khusus Kabupaten Karawang, Dinas Pertanian dan Peternakan ditarget 1001 Sapi Binaannya Wajib Bunting.
Dalam beberapa Tahun ini berbagai ikhtiar diupayakan demi mensukseskan Program Swasembada Sapi.
Ditengah upaya tersebut, dalam pantauan team mynews dilapangan, khususnya di Kabupaten  Karawang bagian Selatan tepatnya di Desa Cipurwasari dan Desa Cigunungsari Kecamatan Tegalwaru masih banyak Peternak Kerbau yang dijumpai.
Mereka menggembalakan atau beternak kerbau masih dengan cara tradisional, yaitu Kerbau dibiarkan berkeliaran di kawasan hutan Gunung Rungking dan Gunung Seureuh.
Narsin, salah satu Peternak yang masih setia dengan profesinya yang sudah dijalaninya puluhan tahun, pria separuhbaya ini memiliki 6 ekor Kerbau, warga Kp Cilampa Desa Cipurwasari Tegalwaru Karawang.
Kepada Team Mynews Narsin menjelaskan dirumahnya Sabtu 15 Mei 2018, "dulu saya punya 25 ekor kerbau, waktu masih muda dan tenaganya masih cukup kuat dengan dibantu istri dan anaknya" paparnya
Sekarang karena sudah tua dan area Pengembalaan (pangangonan)yang mulai terbatas, tinggal 6 ekor saja yang dipelihara.
Selama dia menjadi Peternak Kerbau rasanya belum pernah mendapat bantuan dari Dinas, terkecuali kalau Ternaknya sakit, Narsin meminta bantuan kepada Mantri hewan untuk pengobatan, Itupun tak Gratis alias Bayar, tandas Narsin.
Sebenarnya beternak Kerbau cukup menguntungkan, sekarang harga seekor kerbau dewasa bisa dihargai 25 - 30 jutaan, jelas Narsin sambil menunjuk Kerbau Dewasa miliknya yang diberinama si Upit. | (Ade.10.5)

Sabtu, 10 Maret 2018

BANK BJB BANTU KORBAN BANJIR DAN LONGSOR DI KUNINGAN


MyNews - Kuningan | PT Bank Pembangunan Jawa Barat dan Banten tbk (BJBR) atau bank bjb menyalurkan bantuan untuk membantu korban bencana alam pergerakan tanah longsor dan banjir di secara langsung di enam lokasi posko bencana dari 11 lokasi Desa terdampak bencana di Kabupaten Kuningan.
Bantuan diserahkan langsung bank bjb melalui Kepala bank bjb Cabang Kuningan, Maman Rukmana disaksikan Plt Bupati Kuningan Dede Sembada, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agus Mauludin, di enam titik lokasi pengungsian masing-masing wilayah kecamatan yang dilanda bencana, pada Sabtu (3/3/2018).
Bantuan diberikan berupa barang keperluan sehari-hari yang dibutuhkan para korban untuk tanggap darurat. Bantuan tersebut, selain bersumber dari dana tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) bank bjb, juga berasal dari sumbangan Serikat Karyawan (Sekar) bank bjb, dan para pegawai.
Kepala bank bjb Cabang Kuningan Maman Rukmana mengatakan dana bantuan tersebut disalurkan berupa barang diantaranya untuk perlengkapan tidur, kebutuhan air bersih, dan kebutuhan lainnya  para korban korban.
Selain itu bank bjb juga memberikan bantuan khusus hasil partisipasi karyawan, dan serikat pegawai bank bjb dalam bentuk perlengkapan untuk bayi, kebutuhan kaum ibu serta kebutuhan sehari-hari seperti sembako dan lauk pauk.
 “Sesuai hasil koordinasi dengan pemerintah daerah, kami ingin  merehabilitasi dan melakukan recoverypasca mereka terkena bencana,” kata Maman Rukmana.
Sementara itu, Plt Bupati Kuningan, Dede Sembada menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada bank bjb atas sumbangannya karena masyarakat memang membutuhkan perhatian.
Menurut Dede, pemulihan dan perhatian terhadap korban bencana bukan hanya tugas pemerintah, namun juga dibutuhkan peran aktif dari perusahaan.
“Semoga ke depan bukan hanya bank bjb yang aktif memberikan bantuan untuk bencana alam, tapi juga perusahaan lainnya karena semua perusahaan punya kewajiban menyalurkan CSR,” tutur Plt Bupati Dede Sembada. 
Kepala BPBD Kabupaten Kuningan Agus Mauludin menjelaskan, banjir dan longsor yang terjadi di Kabupaten Kuningan terjadi pada Kamis (22/2) pukul 18.00-24.00 WIB, akibat curah hujan tinggi.
 "Bencana tersebut tersebar di 14 desa di delapan kecamatan di Kabupaten Kuningan," kata Agus.
Agus mengatakan bencana tanah longsor, terjadi di Desa Cipakem dan Desa Padamulya, Kecamatan Maleber, Desa Pakembangan, Kecamatan Garawangi, dan Desa Sindangjawa Kecamatan Kadugede.
Di Desa Cipakem, Kecamatan Maleber, longsor terjadi di Dusun Cisampih dan Dusun Cigerut, yang membuat akses jalan tertimpa longsoran. Sedangkan longsor di Desa Padamulya, terjadi di Dusun Singkup dan Dusun Cimulya.
"Tak hanya merendam rumah, banjir juga merendam sebuah mushala, satu unit penggilingan padi, dan menyeret tiga unit mobil milik warga," ujarnya.
BPBD Kuningan mengimbau warga untuk terus waspada karena hujan dengan intensitas tinggi masih kerap mengguyur wilayah Kabupaten Kuningan. | (Mus.7.3)

Kamis, 08 Maret 2018

KLARIFIKASI POLRI SOAL LARANGAN MEROKOK DAN MENDENGARKAN MUSIK SAAT MENGEMUDI


MyNews - Jakarta | Kepolisian Republik Indonesia menegaskan bahwa penggunaan global positioning system (GPS), mendengarkan musik dan merokok saat berkendara tidak dilarang selama tidak mengganggu konsentrasi pengendara, atau pihak lainnya.
Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Halim Pagarra menjelaskan bahwa penggunaan GPS baik untuk roda dua dan roda empat bukanlah pelanggaran lalu lintas sebagaimana dimaksud dalam pasal 283 juncto 106 ayat 1 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
"Kemudian yang dikatakan penggunaan handphone di dalam pasal 106, itu yang kemudian memegang handphone pada saat menggunakan satu tangan dan mempengaruhi konsentrasi, itu yang dilarang," kata Halim dalam konferensi pers di Golden Boutique Hotel, Jakarta, Rabu (7/3/2018).

Halim menjelaskan bahwa dalam penjelasan pasal 106 ayat 1 dinyatakan bahwa setiap pengemudi harus menjalankan kendaraanya dengan wajar dan dan penuh konsentrasi.
"Tidak dipengaruhi karena lelah, ngantuk, kemudian memegang handphone, atau video yang dipasang di kendaraan. Ataupun terpengaruh dengan minuman keras dan obat-obatan," ujar Halim.
Hal senada juga diungkapkan oleh Kakorlantas Polri Irjen Pol Royke Lumowa. Royke menegaskan keberadaan Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan diciptakan untuk menjamin keselamatan berlalu lintas.
"Makanya banyak aturan-aturan yang harus dipatuhi dan yang mana yang dilarang, salah satunya adalah yang sedang hot hari ini penggunaan radio atau musik, merokok, menggunakan GPS," ujarnya.
Royke menegaskan para pengandara yang menggunakan ponsel genggamnya menggunakan hands free juga diizinkan.
Penggunaan GPS maupun merokok dalam berkendara juga tidak menjadi pelanggaran, selama tidak membuat pengendara kehilangan kendali atas kendaraannya.

"Yang tidak boleh, sambil nyetir di situ ada GPS di kotak-atik, naik motor main handphone. Di undang-undang tidak melarang merokok, kalau dia lepas tangan satu naik motor itu enggak boleh, harus tangan dua," ujar dia.
Royke menyarankan agar penggunaan GPS telah diatur sejak awal keberangkatan. Apabila ingin mengatur ulang GPS, maka pengendara diharuskan menepi ke bahu jalan atau berhenti di rest area.
Royke juga menjelaskan, mendengarkan musik dalam berkendara juga diperbolehkan. Namun demikian, Royke meminta agar para pengendara tidak mendengarkan lagu dalam volume besar yang dapat mengganggu konsentrasi pengendara, bahkan mengganggu ketertiban umum.
"Tengah malam lewat di perumahan angkot-angkot keras sekali setel musik. Itu enggak boleh. Walaupun pake handsfree kalau terlalu keras, mengganggu fokus pengendara atau pendengaran klakson dari pihak lain," ucapnya. | (Mus.3.3)

Minggu, 18 Februari 2018

PT. CIPAGA MAS APRESIASI KARYAWANNYA DENGAN IBADAH UMROH


MyNews - Karawang | Wujud Perhatian dan Apresiasi PT CIPAGA MAS kepada Karyawan yang sudah mengabdi kepada Perusahaan selama ini dengan menghadiahi dengan Fasilitas Umroh.
Sebanyak 14 Orang karyawan pada tahun ini mendapatkan hadiah umroh, Demikian disampaikan H Jenal Aripin CEO PT Cipaga Mas dalam Acara Halal bil Halal, Jum'at 16 Februari 2018 di Majlis PT Cipaga Mas Kp Waru Desa Wargasetra Tegalwaru Karawang.
Semoga Program ini akan berkelanjutan ditahun-tahun yang akan datang, jenal berharap agar ini menjadi motivasi kepada karyawan lainnya yang belum terpilih.
Rencanya ke 14 orang ini akan berangkat pada hari minggu (18 Februari) dari Bandara Soekarno-hatta Cengkareng Jakarta, Semoga Mereka menjadi "Tamu Alloh" yang Baik dan selama dalam perjalanan diberi keselamatan dan kesehatan sehingga mampu menjalankan aktivitas ibadah Umroh dengan baik dan lancar.
Sepulangnya mereka ke kampung halaman, Semoga membawa keberkahan bagi dirinya, keluarga, dan masyarakat, terutama bagi Keluarga Besar Cipaga Mas, papar Jenal penuh harap. | (Ade.11.2)

Selasa, 13 Februari 2018

JENGUK PELAKU PENYERANGAN GEREJA, BUYA SYAFI'I MAARIF: PERLU BAHASA HATI


MyNews - Sleman | Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif sempat menjenguk Suliono, pelaku penyerangan Gereja Katolik Santa Lidwina, Sleman. Pria yang akrab disapa Buya Syafii tersebut mengaku kunjungan yang dilakukannya memang dalam rangka 'merangkul'.

Pendekatan ini dilakukan sebagai bagian deradikalisasi paham pelaku penyerangan. Buya Syafii mengaku masih yakin pemikiran pelaku penyerangan dapat berubah, salah satunya dengan cara lembut.

"Ya, menurut saya memang perlu bahasa hati ya. Ini, kalau mau dekati orang-orang seperti ini pakai dalil-dalil, mereka mengerti agama. Atau dicari kiai yang paham, yang ilmunya di atas dia," kata Syafii saat dihubungi, Senin (12/2/2018).


Dia melihat penanganan terhadap pelaku penyerangan tak cukup jika hanya dilakukan lewat pendekatan hukum. Pendekatan sosial ekonomi akan membuat proses deradikalisasi lebih efektif.

"Ya, saya rasa begini. Jadi dulu kan lebih banyak ke pendekatan keras hukum, tapi sepertinya tidak efektif. Kalau Kepala BNPT yang sekarang kan pakai pendekatan soft juga, pendekatan sosial ekonomi," ucap dia.

"Macam, jika ada yang sudah dihukum, keluarganya diperhatikan. Seperti yang terjadi di Tenggulun, tempat Amrozi, Ali Gufron, dan sekarang adiknya yang sudah sadar, Ali Fauzi. Kan berhasil tuh. Itu menarik," sambung Buya Syafii.

Buya Syafii mengaku menjenguk Suliono pada Minggu (11/2) kemarin. Hal itu tak lama dilakukannya setelah mendatangi Gereja Lidwina.

"(Menjenguk) Kemarin, saya kan dari gereja. Kemudian pulang ke rumah. Lalu diajak polisi ke RS Bhayangkara. Itu lama, setengah jam di sana. Bersama petinggi polisi, Kapolda ada, Panglima juga ada bersama Kabareskrim Ari Dono," tuturnya.

Gereja Santa Lidwina diserang Suliono yang saat itu membawa pedang saat ratusan umat tengah menjalankan misa, Minggu (11/2). Sejumlah umat mengalami luka-luka akibat sabetan pedang dan harus dilarikan ke rumah sakit, termasuk Romo Prier yang tengah memimpin jalannya misa.

Pelaku berhasil dilumpuhkan oleh seorang anggota Polsek Gamping, Aiptu Munir dengan menembak kedua kakinya. Aiptu Munir sendiri juga menjadi korban karena sempat diserang pelaku.  |(Mtp.13.2)

Jumat, 02 Februari 2018

CARA BLOKIR STNK AGAR TIDAK KENA PAJAK PROGRESIF

MyNews - Jakarta | Banyak kasus masyarakat kaget karena harus membayar pajak mobil atau sepeda motor dengan nominal yang cukup besar. Padahal, hanya punya satu kendaraan di rumah, tetapi kena pajak progresif.
Setelah dicari tahu, ternyata mobil atau motor yang sudah dijual masih atas nama atau alamat sama. Jika sudah seperti itu, Anda harus segera melakukan pemblokiran ke Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat).
Berdasarkan aturan per 1 Juni 2015 pengenaan pajak progresif berdasarkan pada alamat. Kebijakan itu tertuang dalam Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 2 Tahun 2015.
Jadi, motor atau mobil akan dikenakan pajak progresif bila alamat pemiliknya memiliki kesamaan dengan alamat wajib pajak yang telah terdaftar.
Kasi STNK Subdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Bayu Pratama menjelaskan, untuk melakukan pemblokiran cukup mudah. Setelah tiba di Samsat, bisa langsung datang ke bagian blokir progresif.
"Tetapi harus ke Samsat di mana kendaraan terdaftar," ucap Bayu kepadaKompasOtomotif melalui pesan singkat, Kamis (1/2/2018).
Persyaratan yang harus dibawa pemohon, lanjut Bayu cukup melampirkan Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP), serta mengisi formulir permohonan blokir kendaraan.
"Prosesnya juga tidak lama, hari itu diblokir, langsung tidak dikenakan pajak progresif," kata dia.
Nah, jadi apabila Anda pernah penjual mobil atau motor sebaiknya melakukan blokir di Samsat, agar tidak kena pajak progresif ketika membeli kendaraan baru. | (Mtf.2.2)

DUA BEGAL TEWAS DI TELUKJAMBE KARAWANG SETELAH BERUSAHA MELAWAN PETUGAS

MyNews - Karawang | Dua begal ditembak mati oleh aparat Polres Karawang berinisial A dan O. A dan O ditembak mati di Jalan Konsorsium Telukjambe Barat, Karawang pada Selasa (30/1/2018) dini hari. Keduanya merupakan residivis asal Bekasi.
Kapolres Karawang AKBP Hendy Febrianto Kurniawan mengatakan, begal itu ditembak mati lantaran berusaha melawan ketika ditangkap dan membahayakan nyawa petugas dan orang di sekitar.
"Saya sudah memerintahkan jajarannya untuk tidak ragu melakukan tindakan tegas terukur jika membahayakan jiwa petugas," kata Hendy di Instalasi Forensik RSUD Karaeang, Rabu (31/1/2018) sore.
Kasat Reskrim Polres Karawang AKP Maradona Armin Mappaseng mengatakan, saat itu, petugas menyamar menjadi karyawan pabrik yang tengah pulang bekerja malam. Sebab, kebanyakan korban begal di Karawang merupakan karyawan yang pulang bekerja malam.
"Keduanya ditembak petugas lantaran saat akan ditangkap berusaha melawan petugas dengan pisau sejenis sangkur dan golok. Ini membahayakan petugas sehingga kami melakukan tindakan tegas terukur. Keduanya tewas saat dalam perjalanan menuju RSUD Karawang," katanya.
Kapolsek Telukjambe timur Iptu Hassanudin mengaku telah mengincar kelompok ini sejak setahun lalu.
Petugas Polsek Telukjambe Barat hampir menangkap mereka pada Senin (29/1/2018) malam. Keduanya kepergok saat sedang transaksi jual beli motor curian di wilayah Telukjambe Barat. "Tapi saat itu kedua pelaku melarikan diri," ungkap Hassanudin. | (Mus.1.2)

v
Sumber: Kompas.com

Senin, 29 Januari 2018

KARTU TANI DI KARAWANG, DI DISTRIBUSIKAN

MyNews - Karawang | Antusias dan Kegembiraan Tergambar diraut wajah Para Petani di Kabupaten Karawang  dalam kegiatan Pendistribusian Kartu Tani, salah satunya yang dilaksanakan di Kantor UPTD Pertanian & Peternakan Kecamatan Pangkalan Karawang, Senin tanggal 29 Januari 2018.
Sebanyak 2813 Petani Sekecamatan Pangkalan yang berhak mendapatkan Kartu Tani, Demikian Penjelasan Uday Sudrajat Koordinator Penyuluh Pertanian di UPTD Kec Pangkalan.
Ini di bagikan 3 tahap, untuk tahap 1 sebanyak 931 Kartu untuk Petani di Desa Medalsari, Cintaasih, dan Jatilaksana. Tahap 2 sebanyak 937 untuk Petani Desa Taman Sari, Cipta Sari dan Mulang Sari. Tahap ketiga sebanyak 945 untuk petani didesa Kerta Sari dan Taman Mekar, Papar Uday
Kartu Tani ini diperuntukan untuk membeli Pupuk untuk Pertanian di distributor dan Agen-agen Pupuk yang ditunjuk oleh Dinas sebagai penyalur pupuk yang disubsidi pemerintah dan harganya sudah ditentukan.
Disamping Kartu Tani ini dilengkapi dengan Buku Tabungan Bank Mandiri serta No PIN Muiler, Tambah Uday.

Terimakasih Pa Jokowi Atas Program dan Perhatiannya kepada Petani" cetus Enif salah seorang Petani penerima Kartu Tani, Senyum sumringah tergambar di wajahnya yang cerah. Moga ini bisa membantu Kami Para Petani dan meringankan biaya tanam Padi, tambah Enif, disela-sela menunggu antrian Panggilan Petugas. | (Ade.23)

Ad Placement